Tak Hanya Mudah, Ini Sederet Keuntungan Transaksi Elektronik

Selasa, 11 Februari 2020 21:15 Reporter : Merdeka
Tak Hanya Mudah, Ini Sederet Keuntungan Transaksi Elektronik Ilustrasi e-Money. ©2017 Merdeka.com/Arie Basuki

Merdeka.com - Pemerintah Jokowi-Ma'ruf Amin sangat gencar menggaungkan transaksi elektronik di masyarakat. Mulai dari pembayaran tol, tiket KRL, MRT dan sebagainya kini menggunakan uang elektronik.

Penggunaan uang elektronik diakui akan memberi dampak positif pada perekonomian. Selain itu, masyarakat juga dinilai lebih nyaman bertransaksi melalui pembayaran elektronik.

Ekonom Institute For Development of Economics and Finance (INDEF), Bhima Yudistira mengatakan, hal itu didasari oleh sistem kecepatan dan kemudahan yang membawa kenyamanan.

"Saya (Bhima) kira cukup besar (dampak pertumbuhan ekonominya), pertama karena sistem pembayaran ini (digital), bisa percepat transaksi, kalau cash kan transaksinya lebih lama," ujar Bhima di Jakarta, Selasa (11/2).

Bhima mengatakan, digitalisasi juga membawa keuntungannya pada penurunan peredaran uang palsu, serta adanya perubahan perilaku. "Karena sistem pembayaran lebih canggih, orang lebih suka jualan lewat online, (dengan) sistem pembayaran yang bisa dilakukan selama 24 jam."

Selain itu, Bhima menambahkan transformasi digitalisasi era 4.0 juga membawa efektivitas dan meminimalisir biaya, bagi masyarakat yang membuka usaha melalui online.

"Bisa dibayangkan, kalau masih konvensional, pasti akan memunculkan biaya, baik biaya transportasi maupun transaksi. Dengan sistem pembayaran online ini, biaya transaksi lebih murah. Karena kecanggihan dari sistem," jelasnya.

1 dari 1 halaman

Fintech Payment Masih Eksis di 2020

masih eksis di 2020 rev1

Di sisi lain, Bhima melihat Financial Technology (Fintech) di 2020 akan masih menjadi tren, khususnya payment yang terus meningkat. Bahkan kini berkembang dengan adanya fintech agent.

"Yang terbaru ada perkembangan soal fintech agent, di mana (sistemnya) menggunakan Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam Rangka Keuangan Inklusif, yaitu Program Otoritas Jasa Keuangan (OJK) (Laku Pandai), itu bukan hanya untuk transaksi beli pulsa, dan lain-lain, Tapi juga jadi sistem pembayaran," papar Bhima.

"Artinya transaksi antar orang bisa pakai fintech agent. (UMKM) yang ada di warung-warung, maupun yang ada di desa. Nah ini revolusioner jadi di 2020 kita melihat ada masuknya pemain baru, diharapkan banyaknya dari lokal di sistem pembayaran kita terkait fintech agent," tutup Bhima.

Reporter Magang : Nurul Fajriyah [idr]

Baca juga:
Masyarakat Disarankan Membiasakan Transaksi Non Tunai
Kini Beli Reksadana di Bareksa Bisa Bayar Pakai OVO
Nobu Bank Gelar Nabu Sansmori & Jakcloth Genjot Minat Transaksi Non Tunai
Pertamina Cari Cara Konsumen Bisa Bayar Lewat Ponsel di SPBU
DANA Catat 35 Juta Jumlah Pengguna di 2019
DANA Kantongi 35 Juta Pengguna

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini