Tahukah Anda? 32 Ribu UMKM Denpasar Bakal Diguyur Dana! Pemkot Genjot Pemerataan Akses Pembiayaan UMKM
Pemkot Denpasar serius menggenjot pemerataan akses pembiayaan UMKM, menargetkan 32.626 pelaku usaha untuk mendapat dukungan finansial dan program pelatihan. Simak detailnya!
Pemerintah Kota Denpasar, Bali, secara aktif menggenjot pemerataan akses keuangan berupa pembiayaan bagi sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat fondasi ekonomi lokal dan nasional secara berkelanjutan.
Inisiatif ini disampaikan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, setelah mengikuti Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) 2025. Pertemuan penting tersebut berlangsung di Balai Kartini, Jakarta, pada Jumat, 10 Oktober, dihadiri oleh para gubernur, bupati, dan wali kota dari seluruh Indonesia.
Rakornas yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartanto, mengusung tema "Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Peningkatan Akses Keuangan Daerah". Tujuan utamanya adalah untuk memangkas kesenjangan inklusi akses keuangan, baik antara pemerintah pusat dan daerah, maupun antara wilayah perkotaan dan pedesaan.
Upaya Pemkot Denpasar Perluas Jangkauan Akses Pembiayaan UMKM
Wakil Wali Kota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibawa menegaskan komitmen Pemkot Denpasar dalam memperluas jangkauan akses pembiayaan UMKM. Melalui Dinas Koperasi, Dinas Pariwisata, dan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda), pemerintah kota terus berupaya mengidentifikasi UMKM potensial.
Data terakhir pada Juli 2024 menunjukkan bahwa sebanyak 32.626 UMKM telah terdaftar di Kota Denpasar. Angka ini menjadi target utama Tim TPAKD Kota Denpasar untuk mendapatkan berbagai program unggulan, termasuk Kredit Pembiayaan Sektor Prioritas (KPSP) di bidang pertanian serta pelatihan dan pengembangan UMKM.
Dalam program pembiayaan ini, prioritas diberikan kepada pelaku usaha perempuan dan disabilitas, menunjukkan perhatian khusus terhadap kelompok rentan. Selain itu, program Gerakan Bangkit Pasar Digital (Gerbang Padi) di bawah naungan Perumda Pasar juga digalakkan dengan target meningkatkan transaksi menggunakan metode QRIS.
Komitmen Nasional dan Dampak Ekonomi
Arya Wibawa juga menyampaikan komitmen pemerintah kota untuk terus melakukan pemerataan akses dan edukasi keuangan kepada seluruh warga Kota Denpasar. Program-program yang dirancang disesuaikan dengan segmen, kebutuhan, dan bidang usaha masyarakat.
"Melalui program-program yang dirancang sesuai segmen, kebutuhan, dan bidang usaha, kami berkomitmen untuk terus berupaya secara masif dan konsisten, demi tercapainya pemerataan akses keuangan di seluruh Kota Denpasar, dan kami harap seluruh elemen masyarakat dapat betul-betul memanfaatkan program-program ini," kata Arya Wibawa.
Dalam arahannya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartanto menekankan pentingnya pemerataan akses keuangan hingga ke seluruh pelosok daerah di Indonesia. Menurutnya, hal ini tidak hanya berdampak pada kemajuan UMKM, tetapi juga berimbas pada stabilitas ekonomi makro.
"Pemerataan akses keuangan bukanlah hanya sekedar hal teknis, lebih jauh merupakan bagian dari keadilan sosial, untuk itu kami mendorong semua kepala daerah untuk dapat melihat potensi UMKM yang ada di daerahnya agar mendapatkan akses pembiayaan," ujar Airlangga Hartanto, menggarisbawahi dimensi sosial dari kebijakan ekonomi ini.
Sumber: AntaraNews