Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Tagih Utang ke Negara, Jusuf Hamka Pengusaha Jalan Tol & Punya Kekayaan Rp15 Triliun

Tagih Utang ke Negara, Jusuf Hamka Pengusaha Jalan Tol & Punya Kekayaan Rp15 Triliun Bos Jalan Tol Jusuf Hamka Bagi-Bagi Angpao. Instagram/@jusufhamka ©2021 Merdeka.com

Merdeka.com - Nama pengusaha Jusuf Hamka kembali menjadi buah bibir. Baru-baru ini dirinya mengaku lelah menagih utang kepada pemerintah sebesar Rp179,5 miliar yang tak kunjung dibayar. Utang tersebut merupakan uang milik perusahaannya yakni PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk. (CMNP) yang didepositokan ke Bank Yakin Makmur (YAMA).

Namun pada tahun 1998, terjadi krisis moneter yang membuat Bank YAMA mengalami kebangkrutan, sehingga pemerintah memberikan memberikan Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Adanya suntikan dana ini membuat deposito yang ada di Bank YAMA seharusnya menjadi tanggungan pemerintah.

Pria yang akrab disapa Baba Alun ini dikenal sebagai pengusaha jalan tol. Sebab sumber kekayaannya sebagian besar berasal dari bisnisnya dalam bidang konstruksi khususnya pembangunan jalan tol dalam kota.

Melalui PT Citra Marga Nusaphala Persada, Jusuf Hamka mampu mengerjakan sejumlah proyek jalan tol dengan total nilai hingga triliunan rupiah. Tak heran jika harta kekayaan Jusuf Hamka bisa mencapai Rp15 triliun.

Sebagai informasi, PT CMNP merupakan salah satu kontraktor swasta yang banyak terlibat dalam pembangunan jalan tol di indonesia. Bahkan saat ini, sedang mengerjakan proyek Harbour Road 2 di Jakarta senilai Rp16 triliun, dan proyek NS LINK di Bandung senilai Rp9 triliun. Sehingga total nilai proyek yang dikerjakan mencapai Rp25 triliun.

Adapun bisnis Jusuf Hamka dalam bidang kepemilikan jalan tol, antara lain ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono Cawang – Tanjung Priok dan Tol Pelabuhan.

Kemudian ruas Tol Bogor Outer Ring Road, Jalan Tol Depok – Antasari, Tol Soreang – Pasirkoja, Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan, dan Jalan Tol Waru – Juanda.

Tujuh Ruas Tol Jadi Sumber Kekayaan Jusuf Hamka

1. Ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono Cawang – Tanjung Priok

Jusuf Hamka adalah pemilik konsesi dari ruas Tol Cawang – Tanjung Priok. Ruas Tol Ir. Wiyoto Wiyono merupakan ruas tol pertama yang menggunakan sistem layang dengan Teknik Sosrobahu di Indonesia.

Jalan tol ini memiliki panjang 15 km yang terbentang dari utara hingga selatan Jakarta. Ada pun cakupan wilayahnya yakni Jakarta Utara, Jakarta Pusat dan Jakarta Timur.

2. Tol Pelabuhan

Tol Pelabuhan atau yang lebih dikenal sebagai Tol Ancol ini sebenarnya terusan dari ruas tol Ir. Wiyoto Wiyono. Tol ini memiliki panjang sekitar 13 kilometer yang melintasi Jakarta Utara. Rencananya, ruas Tol Pelabuhan ini akan menyambung dengan Tol Pelabuhan II yang dibangun oleh Jusuf Hamka.

3. Jalan Tol Depok – Antasari

Jalan tol yang sering disebut sebagai Jalan Tol Andara ini memiliki panjang kurang lebih 21 kilometer. Tol ini milik Jusuf Hamka melalui entitas PT Citra Waspphutowa. Ruas Tol Depok – Antasari nantinya akan terkoneksi langsung hingga Kabupaten Bogor maupun ruas JORR II yang sedang dalam tahap konstruksi.

4. Ruas Tol Bogor Outer Ring Road

Jusuf Hamka juga memiliki konsesi ruas Tol Bogor Outer Ring Road. Tol ini memiliki panjang kurang lebih 11 kilometer dan telah selesai dibangun pada tahun 2009 silam.

5. Tol Soreang – Pasirkoja

Tol Soreang – Pasirkoja memiliki panjang sekitar 10,55 kilometer. Jalan tol ini menghubungkan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung. Jusuf Hamka memiliki konsesi jalan tol ini melalui PT Citra Marga Lintas Jabar yang merupakan anak perusahaan PT CMNP, sebesar 69,32 persen.

6. Jalan Tol Waru – Juanda

Tidak hanya di Jawa Barat, Jusuf Hamka juga memiliki ruas jalan tol di wilayah Jawa Timur. Jusuf Hamka memiliki konsesi Jalan Tol Waru – Juanda sebesar 96,83 persen yang merupakan akses utama dari Bandar Udara Juanda Surabaya. Tol ini memiliki panjang sekitar 12 kilometer yang juga menghubungkan Kawasan Industri Rungkut.

7. Tol Cileunyi – Sumedang – Dawuan

Melalui PT Citra Karya Jabar Tol, Jusuf Hamka menguasai konsesi lahan di ruas tol ini sebesar 51 persen. Tol yang memiliki panjang hampir 60 kilometer ini rencananya akan beroperasi di tahun 2023.

Meski begitu, dia mengakui usaha di bidang konstruksi jalan tol bukanlah pekerjaan yang mudah. Setidaknya harus menyiapkan biaya sekitar Rp700 miliar hanya untuk membangun satu kilometer unit jalan tol.

Namun, karier Jusuf Hamka dalam bidang konstruksi telah terbukti sukses dengan jabatannya sebagai Komisaris Utama PT Mandara Permai. Tak hanya itu dia juga menjabat sebagai Komisaris Independen PT Indomobil Sukses Internasional Tbk.

Dia juga memiliki sumber kekayaan lain dari beberapa jabatan lain. Mulai dari Komisaris PT Indosiar Visual Mandiri, Komisaris PT Citra Margatama Surabaya, dan Komisaris PT Mitra Kaltim Resources Indonesia.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP