Susi Pudjiastuti Curhat Kerap Dipuji Dunia Tapi Dipanggil Preman di Indonesia

Selasa, 12 Februari 2019 18:23 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Susi Pudjiastuti Curhat Kerap Dipuji Dunia Tapi Dipanggil Preman di Indonesia Susi Pudjiastuti di Family Day AGP. ©Liputan6.com/Fery Pradolo

Merdeka.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, bercerita menjadi seorang menteri ternyata tidak selalu menyenangkan. Tidak hanya masyarakat, bahkan sesama pejabat pun bisa menjadi lawan dan melancarkan serangan.

Menteri Susi mengungkapkan, pertama menjabat sebagai menteri dia sempat mengira hidupnya akan penuh kehormatan dan dihormati oleh banyak orang. Namun nyatanya, sebagai seorang menteri, dia mengaku kerap mendapat perundungan (bully) dan serangan hoaks atas kinerja dan capaiannya selama memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bahkan, dia mengaku kerap dipanggil preman olah orang-orang yang tidak menyukainya.

"Preman atau apa whatever you name it," kata Menteri Susi dalam sebuah acara diskusi di Kantor Staf Presiden, Jakarta, Selasa (12/2).

Selain itu, dia mengaku kerap mendapat celaan karena kebiasaannya merokok dan memiliki tato di tubuhnya. "Si Smoker, Si Tato," ujar dia menirukan panggilannya tersebut.

"Saya ini pejabat tinggi negara, tapi dibully tidak ada habis. Saya bilang saya dulu pikir jadi (Menteri) terhormat, dihormati, (malah) dibully," dia menambahkan.

Kendati demikian dia merasa bangga dapat melawan semua hal tersebut dengan kinerja positif yang berhasil dicapai oleh KKP di bawah kepemimpinannya. "The job is well done and pak Jokowi deliver to commite it," ujarnya.

Di saat dia mengeluarkan kebijakan, lanjutnya, selalu ada yang menggorengnya menjadi isu politik. Para pengusaha yang merasa dirugikan akan mencari perlindungan kepada anggota DPR hingga orang partai. "Mereka-mereka ini pengusaha cari (mengadu) ke orang DPR ke orang partai, make bad news jadi paling sering kena bully kita. Kalau mau memperbaiki sesuatu, saya paling keras. Kalau tidak, bagaimana nanti negeri ini," ujarnya.

Dia melanjutkan, kerja kerasnya akhirnya membuahkan hasil. Terbukti dari neraca perikanan Indonesia yang membaik serta mampu menjadi nomor satu di ASEAN. Indonesia bahkan dijadikan kiblat dalam hal pengelolaan perikanan.

"Apa yang terjadi di perikanan sebetulnya menjadi contoh dunia, menjadi seperti standardnya dunia. Sekarang dunia itu semua mengacu, mempelajari bahkan sudah ada beberapa buku dari beberapa universitas di Amerika yang menulis tentang how management fishing is going di Indonesia. Tapi di sini we do not get enough an appreciation," tutup Susi Pudjiastuti.

[bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini