Surat Utang BTN Kelebihan Permintaan Hingga Capai USD 3,6 Miliar

Kamis, 16 Januari 2020 18:13 Reporter : Merdeka
Surat Utang BTN Kelebihan Permintaan Hingga Capai USD 3,6 Miliar BTN. Merdeka.com/Imam Buhori

Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Pahala N. Mansury mengatakan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond atau Obligasi Subordinasi meraih banyak peminat dari investor global. Dari target perolehan dana hasil penerbitan global bond sebesar USD 300 juta, permintaan yang masuk mencapai sekitar USD 3,6 miliar.

Dari hasil penjajakan pasar atau roadshow di Singapura dan Hongkong yang dilakukan Bank BTN bersama tiga Joint Lead Manager (JLM) yang terdiri dari HSBC, Citigroup, dan Standard Chartered, penerbitan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN meraih kelebihan permintaan atau oversubscribed hampir 12,3 kali.

"Investor global sangat tertarik untuk melakukan investasi di Indonesia. Ini terbukti pada saat kami menawarkan Global Bond yang baru pertama kali kita terbitkan memperoleh sambutan yang sangat baik bahkan mencapai 12,3 kali lipat dibandingkan dengan rencana size yang kami terbitkan," kata Pahala di Jakarta, Kamis (16/1).

Dia menjelaskan, tingginya permintaan dari para investor global disebabkan kondisi ekonomi Indonesia yang dinilai oleh mereka stabil. Di samping itu ada beberapa faktor lain seperti kondisi makro ekonomi global yang membaik menyusul kesepakatan Amerika Serikat dan China mengenai perdagangan kedua negara.

Faktor lain yang menarik adalah BTN yang fokus pada sektor perumahan, KPR khususnya. Dengan jumlah backlog perumahan yang besar, tentu menjadi pasar yang menarik, di samping laporan keuangan BTN yang terus terjaga. Tujuan dari penerbitan Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN ini adalah untuk memperkuat modal, mengantisipasi pertumbuhan di masa datang," imbuhnya.

Sementara itu Direktur Keuangan BTN, Nixon LP Napitupulu menjelaskan dari hasil pricing yang ditentukan 15 Januari lalu, Junior (Tier 2 Capital) Global Bond dengan tenor 5 tahun memberikan kupon fixed sebesar 4,2 persen.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan indikasi kupon yang diberikan yaitu 285-310 bps over US Treasury tenor 5 tahun yang digunakan sebagai acuan. Final pricing 4,2 persen hanya 260 bps di atas instrumen acuan.

1 dari 1 halaman

Rasio Kecukupan Modal Menguat

Adapun peminat Junior (Tier 2 Capital) Global Bond BTN mayoritas berasal dari Asia dan di atas 85 persen adalah fund manager atau Asset Management sementara sisanya perusahaan asuransi dan perbankan.

"Dengan tambahan dana segar dari Junior (Tier 2 Capital) Global Bond dan pinjaman subordinasi dari institusi lainnya, maka rasio kecukupan modal kami akan terus menguat, kurang lebih akan menjadi 17 persen per Januari 2020 lebih tinggi dari posisi September 2019 yang sebesar 16,88 persen," kata Nixon.

Peningkatan rasio kecukupan modal atau Capital Adequate Ratio sesuai dengan target CAR BTN di level 17-19 persen, akan mendorong penyaluran kredit BTN yang tahun ini ditargetkan kurang lebih 10 persen.

Nixon juga menuturkan dengan adanya tambahan dana yang berjangka panjang tersebut, BTN dapat mengimplementasikan PSAK 71/IFRS9 yang mensyaratkan BTN meningkatkan pencadangan, menghadapi tantangan likuiditas, memitigasi maturity mismatch dan secara konsisten menjaga pertumbuhan bisnis Bank BTN dengan kontribusi penyaluran kredit properti di atas 65 persen terhadap realisasi Program Sejuta Rumah.

Sumber: Liputan6.com [azz]

Baca juga:
BTN Target Pertumbuhan Kredit Capai 10 Persen di 2020
Lima Strategi BTN Bidik Generasi Milenial di 2020
Hingga November 2019, BTN Salurkan KPR Gaeesss Rp9,3 Triliun
Ratusan Karyawan Terkena Banjir, Direksi BTN Turun Tangan Sebar Bantuan
BTN Siapkan Dana Rp21,2 Triliun Penuhi Kebutuhan Masyarakat saat Natal dan Tahun Baru
Dana FLPP Tembus Rp11 Triliun, Pemerintah Bangun 102.500 Unit Rumah Subsidi di 2020

Topik berita Terkait:
  1. BTN
  2. Obligasi
  3. BUMN
  4. Perbankan
  5. Jakarta
Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini