Sukses Luncurkan Satelit Nusantara Satu, PSN Ingin Internet Makin Luas Masuk Desa

Sabtu, 23 Februari 2019 12:00 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Sukses Luncurkan Satelit Nusantara Satu, PSN Ingin Internet Makin Luas Masuk Desa Satelit Nusantara Satu. ©2019 antara

Merdeka.com - PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN), sukses meluncurkan Satelit Nusantara Satu ke orbitnya. Satelit broadband pertama di Indonesia dengan teknologi High Throuhput Satellite (HTS) ini lepas landas dari Cape Canaveral, Florida, Amerika Serikat, menggunakan roket Falcon 9 dari Space-X menuju slot orbit 146 derajat Bujur Timur tepat di atas Papua, Indonesia.

"Kehadiran Satelit Nusantara Satu merupakan pencapaian besar PSN untuk memperkuat posisi Indonesia dalam kancah dunia digital," kata Direktur Jaringan PT PSN, Heru Dwikantono, seperti dikutip dari Antara di Jakarta, kemarin.

Heru memaparkan peluncuran satelit dengan investasi awal hingga USD 250 juta ini menjadi tonggak sejarah bagi Indonesia, khususnya di industri telekomunikasi. Dia menambahkan, Satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk keperluan pemerintah yang akan menyebarluaskan internet ke berbagai desa di Indonesia.

Selain itu, satelit ini juga digunakan untuk memperkuat layanan ritel PSN melalui produk Ubiqu dan Sinyalku. Ubiqu merupakan produk utama PSN untuk melayani kebutuhan internet di Indonesia dalam mendorong pertumbuhan ekonomi dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Diharapkan, pada akhir 2019, terdapat 10.000 desa telah terkoneksi Ubiqu dan sekitar 2020-2021 terdapat 25.000 desa telah terhubung.

"Kami memiliki Ubiqu dan Sinyalku dengan cakupan mulai dari ujung Barat Sumatera hingga ujung Rimur Papua, dari ujung Utara Sulawesi hingga ujung Selatan Nusa Tenggara," ujarnya.

Jika sudah beroperasi, satelit dari PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) itu bisa memberikan layanan internet broadband hingga tiga kali lipat dibandingkan satelit konvensional. "Butuh sekitar dua pekan sampai satelit ini tiba di orbit yang ditentukan," kata Heru.

Setelah tiba di slot orbit yang telah ditentukan, bakal ada serangkaian tes yang dilakukan untuk memastikan satelit bekerja dengan baik. "Kita pastikan performance di atas sama kayak waktu tes di bawah," ujar Heru, "Kalau sudah yakin, baru dioperasikan."

Menurut Heru, satelit baru bisa dioperasikan setidaknya tiga pekan setelah tiba di orbit.

Sebanyak 60 persen layanan teknologi High Throughput Satellite (HTS) ini sudah disewa oleh Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Kerjasama antara PSN dan BAKTI berlangsung selama lima tahun, hingga satelit multifungsi yang disiapkan pemerintah yang ditargetkan rampung pada 2023.

Satelit yang diproduksi oleh Space System Loral ini dipersiapkan selama dua tahun, mulai dari menetapkan rancangan, pembelian komponen, perakitan hingga serangkaian tes untuk memastikan satelit bekerja dengan baik setelah diluncurkan. [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini