Strategi PUPR Urai Kemacetan di Jabodetabek

Rabu, 30 Januari 2019 19:30 Reporter : Merdeka
Strategi PUPR Urai Kemacetan di Jabodetabek Ilustrasi kemacetan. bubblews.com

Merdeka.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mendukung penanganan kemacetan di Jabodetabek melalui sejumlah kebijakan pemerintah seperti sistem transportasi terpadu, pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami) dengan konsep Transit Oriented Development (TOD), hingga pembangunan jalan tol dan non tol.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menuturkan, penanganan kemacetan lalu lintas secara terpadu akan mendukung kawasan Jabodetabek lebih tertata dan memberikan ruang lebih luas bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) bisa tinggal dekat dengan tempatnya bekerja.

"Sebenarnya tidak hanya pada integrasi transportasi. Tetapi nanti arahnya juga ke pengembangan kota (urban development) sekaligus untuk pengurangan kawasan kumuh. Saat ini sedang dirumuskan oleh Bappenas, mulai dari rencana transportasinya, hingga pembangunan rumah susun berkonsep TOD," ujarnya, Rabu (30/1).

Dia menambahkan, konsep hunian TOD diharapkan mampu meningkatkan pasokan rumah khususnya di perkotaan dengan harga yang relatif terjangkau dan dekat dengan moda transportasi publik.

"Di samping mengurai kemacetan akan mengurangi kekumuhan, kedepannya pembangunan hunian TOD dimungkinkan tidak hanya di stasiun, tetapi juga di kawasan permukiman yang terintergrasi dengan moda transportasi," imbuhnya.

Saat ini pemerintah tengah menyelesaikan sejumlah infrastruktur untuk mendukung transportasi massal seperti MRT (Moda Raya Terpadu) Ratangga, LRT (Light Rapid Transportation) dan Jalan Tol.

Sementara itu, Kementerian PUPR bersama Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) telah memulai pembangunan proyek Rusunami TOD sejak April 2017 di Tanjung Barat dan Depok yang diperuntukan bagi MBR dan Non MBR.

Selain itu, upaya yang dilakukan oleh Kementerian PUPR untuk mengatasi kemacetan Jabodetabek saat ini diantaranya adalah penyelesaian pembangunan jalan tol Jabodetabek secara bertahap meskipun menghadapi tantangan pembebasan lahan.

Pada tahun 2019 ditargetkan sebanyak 10 ruas tol dapat beroperasi sepanjang 167 Km, yakni Tol Kunciran-Serpong (11,1 Km) dengan progres 84 persen, Bekasi-Cawang-Kp. Melayu (Becakayu) (10,7 Km dari 21 Km) dengan progres 72 persen, dan Bogor Ring Road (4,5 Km dari 13 Km) dengan progres 71 persen.

Kemudian Tol Cinere-Jagorawi (11 Km dari 14,7 Km) dengan progres 61 persen, Jakarta-Cikampek II Elevated (36,4 Km) dengan progres 63,5 persen, Cengkareng-Batu Ceper-Kunciran (14,2 Km) dengan progres 44 persen, Serpong-Cinere (10,1 Km) dengan progres 30 persen, Cibitung-Cilincing (34 Km) dengan progres 45 persen, Cimanggis-Cibitung (26,5 Km) dengan progres 32 persen, Sunter-Pulo Gebang (9,4 Km), bagian dari 6 ruas Jalan Tol DKI dengan progres 17,4 persen.

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com [azz]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini