Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Strategi OJK Dorong Jumlah Investor di Pasar Modal Tahun ini

Strategi OJK Dorong Jumlah Investor di Pasar Modal Tahun ini Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. ©2019 Merdeka.com/Arie Sunaryo

Merdeka.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) membeberkan tiga strategi dalam rangka mendorong investor bertransaksi di pasar modal Indonesia. Salah satunya melalui peningkatan governance atau tata kelola perusahaan yang baik.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, mengatakan peningkatan tata kelola perusahaan akan terus dilakukan terutama melalui standardisasi di pasar perdagangan. Caranya dengan melakukan transparansi laporan keuangan yang diaudit pihak auditor kredibel.

"Ini akan terus kami dorong sehingga bisa memberikan kepercayaan lebih kepada pasar," kata Wimboh saat ditemui di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (2/1).

Kemudian strategi kedua yang akan dilakukan pihaknya yakni melalui peningkatan peran pasar modal untuk berbagai proyek pembiayaan yang utamanya menjadi prioritas pemerintah. "Ini kita akan beri perhatian dan kita dorong bahkan kita akan coba cari insentif apa yang bisa disampaikan," imbuh dia.

Terakhir, otoritas keuangan juga akan mendorong pelaku Usaha Menengah Kecil dan Mikro untuk masuk ke dalam pasar modal "Ketiga kami akan menarik para pelaku UMKM lirik masuk pasar modal," imbuh dia.

Dengan cara-cara demikian, menurutnya dapat mendatangkan investor lebih untuk masuk ke dalam pasar modal Indonesia. Dengan catatan, semua proses sudah bisa menggunakan platform digital.

"Dengan berbagai inisiatif ini OJK harapkan bisa mendorong dan meningkatkan integritas pasar kita. Besar harapan kami berbagai kebijakan tadi merupakan kebijakan kita bersama," tandas dia.

KSEI Catat Jumlah Investor Pasar Modal 2019 Capai 2,4 Juta, 98 Persen dari Lokal

jumlah investor pasar modal 2019 capai 24 juta 98 persen dari lokalRekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) mencatat jumlah investor pasar modal hingga 27 Desember 2019 mencapai 2,4 juta orang. Angka ini meningkat 53,04 persen dari periode akhir Desember 2018 sebesar 1,6 juta investor.

"Jumlah investor yang tercatat di KSEI telah mencapai 2,4 juta. Untuk investor lokal mencapai 98,97 persen dan asing 1,03 persen," kata Direktur Utama KSEI, Uriep Budhi Prasetyo, dalam konferensi pers penutupan perdagangan bursa efek Indonesia, di Jakarta, Senin (30/12).

Uriep merincikan dari keseluruhan total investor tertinggi masuk di dalam pasar reksa dana yang mencapai 1,7 juta investor. Sedangkan, investor C-BEST mencapai 1,1 juta, dan sisanya 316.000 investor masuk ke dalam surat berharga negara.

Adapun data demografi dari keseluruhan investor di Indonesia saat ini didominasi oleh pria sebanyak 59,41 persen dengan total aset mencapai Rp343,17 triliun. Sementara, untuk investor perempuan mencapai 40,59 persen dengan total aset Rp89,44 triliun.

Untuk sebaran investor domestik pada tahun ini yang berpusat di Pulau Jawa mencapai 71,76 persen. Turun dari sebelumnya pada 2018 mencapai 73,51 persen.

"Larinya ke daerah-daerah. Apa yang dilakukan oleh bursa efek Indonesia melakukan sosialisasi di daerah bisa dibuktikan data dengan penanaman investor pasar modal dari nilai absolutennya," tandas dia.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP