Strategi Menhub Budi tekan biaya kereta sedang Jakarta-Surabaya tak lampaui Rp 100 T

Kamis, 1 Februari 2018 19:35 Reporter : Yayu Agustini Rahayu
Strategi Menhub Budi tekan biaya kereta sedang Jakarta-Surabaya tak lampaui Rp 100 T Budi Karya diperiksa KPK. ©2017 merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Estimasi anggaran proyek kereta semi cepat Jakarta-Surabaya melonjak menjadi lebih dari Rp 100 triliun dari hitungan awal sekitar Rp 60 triliun-Rp 70 triliun. Pemerintah tengah melakukan kajian untuk mencari cara agar biaya bisa dihemat.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, mengatakan pihaknya masih akan melakukan kajian teknologi yang akan digunakan dan menentukan kembali estimasi biaya. "Kita masih punya waktu 1 bulan untuk mengevaluasi teknologi dan biaya yang dipikul di sana (proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya)," kata Menhub Budi, di Kantornya, Jakarta, Kamis (1/2).

Menhub Budi telah meminta badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) untuk mencari teknologi terbaik dengan harga yang bersaing agar bisa menekan anggaran. "Saya minta kepada BPPT untuk mengevaluasi secara detail supaya mendapatkan harga yang lebih kompetitif," ujarnya.

Menhub Budi menjelaskan sejumlah cara yang bisa dilakukan ialah pelibatan kontraktor lokal. Kedua, desain proyek direkayasa. "Kita minta BPPT untuk mengevaluasi desain-desain yang mungkin lebih murah. Seperti elevated, tidak usah elevated," tuturnya.

Ketiga, pemerintah akan memperbanyak penggunaan produk dalam negeri. "Ini Jepang sangat kooperatif. Jadi saya kemaren dengan wapres juga sudah bicara dengan Jepang supaya harganya itu lebih reasonable."

Sebagai informasi, proyek kereta api semi cepat Jakarta-Surabaya ditargetkan bisa dimulai pada 2018 menunggu studi kelayakan (feasibility study) selesai dikerjakan oleh BPPT dan Badan kerja Sama Internasional Jepang (JICA) pada Maret 2018. [bim]

Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini