Strategi KKP Tingkatkan Produktivitas UMKM Sektor Perikanan, Transaksi Ratusan Juta dalam Dua Hari
Selama tahun 2024, bazar KKP yang dilaksanakan dua hari setiap bulan, mencatat transaksi rata-rata mencapai Rp125 juta.
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupaya mengoptimalkan program bazar sebagai bagian dari pengembangan usaha perikanan serta produk olahan ikan. Program ini terbukti efektif dalam meningkatkan volume penjualan dan berfungsi sebagai media promosi untuk produk perikanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha.
Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Tornanda Syaifullah, memberikan apresiasi terhadap semangat UMKM yang terlibat dalam bazar KKP Jakarta. Selama tahun 2024, bazar KKP yang dilaksanakan dua hari setiap bulan, mencatat transaksi rata-rata mencapai Rp125 juta.
"Tiap awal bulan, yaitu pada hari Rabu dan Kamis, kami secara rutin menggelar bazar. Tentu ini menjadi ajang promosi hasil hilirisasi perikanan di sekitar kita," ungkap Tornanda, Kamis (21/8).
Sebagai wujud komitmen terhadap keamanan dan kualitas produk, KKP juga menyediakan Klinik Mutu, yang berfungsi sebagai sarana pendampingan teknis dan pembinaan bagi para pelaku usaha. Dengan adanya legalitas usaha dan pendampingan mutu yang berkelanjutan, masyarakat tidak perlu khawatir mengenai kualitas produk yang dijual.
Pelaku UMKM yang terlibat dalam bazar ini telah memenuhi semua persyaratan legalitas usaha, termasuk memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT), Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP), serta izin edar lainnya yang relevan.
Ruang Promosi Produk Hilirisasi
Aneka produk olahan dari perikanan yang dipromosikan dapat dijadikan contoh dan acuan dalam merancang menu bergizi. Hal ini dikarenakan produk tersebut mengandung protein hewani berkualitas tinggi yang sangat penting untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak serta meningkatkan gizi masyarakat.
Direktur Pemasaran Ditjen PDSPKP, Erwin Dwiyana, menyatakan bahwa bazar KKP merupakan salah satu langkah KKP untuk memperkenalkan produk perikanan berkualitas dengan harga yang terjangkau.
Dia juga menjelaskan bahwa bazar ini diadakan secara rutin setiap bulan di area parkir gedung Mina Bahari III, kantor KKP. Erwin berharap agar masyarakat semakin menyukai ikan dan merasa bangga dengan produk lokal Indonesia, terutama karena yang ditawarkan adalah hasil dari UMKM.
Arifiyah, pemilik UMKM Pia Mace, menceritakan pengalamannya saat pertama kali berpartisipasi dalam bazar. Pada awalnya, skala produksi otak-otak ikan buatannya hanya mencapai 50-60 Kg per bulan.
"Sekarang alhamdulillah bisa sampai 200 Kg per bulan," ungkap Arifiyah yang telah aktif mengikuti bazar KKP, pada hari Senin (19/8).
Promosi Produk Unggulan
Sejak bergabung pada November 2023, seorang pelaku UMKM dari Jakarta Utara mengenang pengalaman berharga mengikuti bazar KKP, yang tidak lepas dari dukungan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Perikanan (KPKP) DKI Jakarta. Awalnya, produk otak-otaknya hanya terjual sebanyak 50 pack, namun kini penjualannya melonjak hingga mencapai 2.500 pack.
Arifiyah bahkan berhasil memberdayakan para tetangganya untuk mengolah ikan mata goyang, yang juga dikenal sebagai ikan swanggi, menjadi produk otak-otak yang diminati.
Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, telah menegaskan komitmen pihaknya untuk memasok ikan guna mendukung program Makan Bergizi Gratis. Dia menyatakan bahwa ikan memiliki kandungan omega 3 dan omega 6 yang tinggi, serta berfungsi sebagai sumber protein utama. Kualitas ikan yang baik dan harga yang terjangkau menjadikannya pilihan yang ideal untuk meningkatkan gizi masyarakat.