Strategi Bank BTN Kendalikan Kredit Macet
Merdeka.com - Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala N Mansury menyebut bahwa total kredit KPR Bank BTN mencapai Rp191 triliun. Angka tersebut mencakup kredit KPR bersubsidi dan non subsidi.
Dari jumlah itu, angka kredit macet atau Non Performing Loan (NPL) pada KPR bersubsidi di bawah 1 persen. Sementara jumlah kredit macet di KPR non subsidi sebesar 3,7 persen.
"Kalau KPR kita NPL-nya sebetulnya masih cukup terkendali," kata Pahala di Yodya Tower, Jakarta Timur, Senin (17/2).
Pahala menyebut ada peningkatan kredit macet di konsumsi pada segmen komersial. Angkanya mencapai 18 persen. Paling tinggi persentasenya berasal dari bangunan bertingkat (high rise) semisal apartemen.
Namun, hal itu masih dianggap aman lantaran kredit KPR BTN Rp191 triliun dari total kredit keseluruhan Rp251 triliun. Lebih kurang lanjut Pahala, ada Rp13 triliun kredit macet yang sebagian besar ada di segmen konsumer khususnya di KPR.
"Tidak berarti dari segmen komersial tidak ada, tapi secara persentase itu adalah konstruksi," ujar Pahala.
Strategi BTN
Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.comUntuk itu, strategi lanjutannya Bank BTN akan memperbaiki penyaluran kredit baru. Khususnya di segmen komersial dan segmen konsumer.
Langkah yang diambil dengan menerapkan kemampuan bayar kembali atau re-payment capacity (RPC). Ini pun sudah mulai diterapkan sejak tahun 2019. Dampaknya, kredit jadi lebih baik jika dibandingkan dengan sebelumnya.
Bisa terlihat dari independensi yang lebih baik. Tidak lagi satu atap antara independensi dari kredit operasional. "Selain dari pada independensi dari bisnis dan juga dengan risk management," kata dia.
Cara lainnya yaitu mengendalikan kredit di segmen komersial maupun konsumer. Khususnya, kredit konstruksi monitoring pengetatan. Meminta kepada debitur untuk bertransaksi dengan Bank BTN.
"Ini upaya kita supaya yang ada di kita enggak jadi NPL lagi," kata Pahala.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya