Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Stok terjaga, KPPU pastikan harga beras tak akan naik

Stok terjaga, KPPU pastikan harga beras tak akan naik Ketua KPPU Syarkawi Rauf. ©2017 merdeka.com/salviah ika padmasari

Merdeka.com - Ketua Komisi Pengawas Perdagangan Usaha (KPPU), Syarkawi Rauf mengatakan harga gabah pada saat ini sudah mulai mengalami penurunan, karena sudah memasuki masa panen raya. Meski demikian, pihaknya akan terus melakukan upaya pengawasan dalam menstabilisasikan harga kebutuhan pokok.

"Faktanya sekarang gabah sudah mulai turun, panen raya sudah mulai. Kalau kemarin di gabah ya saya ke Garut itu di akhir bulan 2 awal bulan 3 Garut Sukabumi yang kami lihat itu di sana harga gabah itu ada sekitar Rp 3.800. Itu gabah yang kering panen di sawah," kata Syarkawi di Jakarta, Kamis (8/3).

"Dan untuk Sukabumi saja luar area panen itu bisa mencapai 73 ribu hektar. Nah ini akan menambah pasokan gabah ke pasar dan dalam jangka waktu lebih dari 10 hari tadi ya ini bisa dikonversi menjadi beras," lanjut dia.

Sementara, stok beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) juga terus mengalami jumlah peningkatkan. "Pada awal-awal Februari stok di PIBC hanya kurang lebih 20-23 ribu ton. Sekarang ini mereka sudah punya stok per hari ini jam 7 pagi tadi sekitar 34 ribu ton. Ini kan meningkat secara signifikan," jelas dia.

Dengan banyaknya stok tersebut, lanjut dia tinggal bagaimana caranya ke depan dapat mempengaruhi harga jual itu sendiri. Sehingga, harga jual juga akan ikut turun secara signifikan.

"Karena harga dibandingkan sekarang dengan awal Febuari ini kan sudah turun. Cuma memang penurunannya tidak seperti yang kita harapkan. Harusnya turun lebih besar lagi. Tapi faktanya penurunannya masih tidak sama dengan tahun lalu. Ini yang ingin kita dorong sesuai dgn arahan presiden supaya harga ini kembali normal," imbunya.

(mdk/azz)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP