Stok Pangan Kepri Aman Jelang Idul Fitri 2026, Wagub Imbau Warga Hindari Panic Buying

Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan **stok pangan Kepri** aman menjelang Idul Fitri 2026. Masyarakat diimbau tidak belanja berlebihan, pemerintah jamin ketersediaan bahan pokok.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Stok Pangan Kepri Aman Jelang Idul Fitri 2026, Wagub Imbau Warga Hindari Panic Buying
Wakil Gubernur Kepulauan Riau Nyanyang Haris Pratamura menegaskan **stok pangan Kepri** aman menjelang Idul Fitri 2026. Masyarakat diimbau tidak belanja berlebihan, pemerintah jamin ketersediaan bahan pokok. (AntaraNews)

Wakil Gubernur Kepulauan Riau, Nyanyang Haris Pratamura, memastikan ketersediaan bahan pangan di wilayahnya sangat aman menjelang perayaan Idul Fitri 2026. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying yang dapat mengganggu rantai pasok.

Pernyataan ini disampaikan Nyanyang setelah meninjau langsung Gudang Bulog Tanjungpinang pada Sabtu, 14 Maret 2026. Pemantauan tersebut menunjukkan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai 2.100 ton, cukup untuk tiga bulan ke depan.

Jaminan ini diberikan untuk menenangkan warga agar dapat merayakan Lebaran dengan tenang dan nyaman tanpa kekhawatiran akan kelangkaan. Pemerintah Provinsi Kepri terus berupaya menjaga stabilitas pasokan dan harga kebutuhan pokok.

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura, secara tegas menyatakan bahwa **stok pangan Kepri** berada dalam kondisi aman menjelang Idul Fitri 2026. Ia mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk tidak terpancing melakukan pembelian panik atau panic buying. Tindakan tersebut justru berpotensi mengganggu stabilitas rantai pasok dan ketersediaan komoditas di pasaran.

Hasil pemantauan di Gudang Bulog Tanjungpinang menunjukkan bahwa Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 2.100 ton. Jumlah ini dipastikan mencukupi kebutuhan masyarakat Kepulauan Riau hingga tiga bulan mendatang, bahkan sampai Juni 2026. Nyanyang menekankan bahwa tidak ada alasan bagi warga untuk khawatir berlebihan mengenai ketersediaan beras.

Pemerintah Provinsi Kepri berkomitmen penuh untuk menjaga agar pasokan bahan pokok tetap stabil. Langkah ini diambil demi memastikan masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

Meskipun **stok pangan Kepri** secara umum aman, Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura mengakui adanya potensi penipisan stok minyak goreng di beberapa wilayah. Untuk mengatasi hal ini, Pemprov Kepri akan segera berkoordinasi intensif dengan PT Sinergi Oil Nusantara. Koordinasi ini bertujuan untuk menjamin kelancaran suplai minyak goreng ke seluruh kabupaten dan kota di Kepulauan Riau.

Selain itu, Nyanyang juga memberikan jaminan terkait pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat di pulau-pulau terpencil. Distribusi bahan pokok ke wilayah kepulauan akan tetap menjadi prioritas utama selama musim mudik Idul Fitri. Ini memastikan bahwa tidak ada wilayah yang terisolasi dari pasokan kebutuhan dasar.

Pengiriman bahan pokok ke pulau-pulau akan diprioritaskan bersamaan dengan keberangkatan armada mudik. Proses ini didukung oleh konektivitas antarpulau dan antarprovinsi yang dilayani oleh Pelindo, BP Kawasan, dan ASDP. Seluruh operasional telah berjalan dengan standar operasional prosedur (SOP) yang sangat baik tanpa kendala berarti.

Pemerintah Provinsi Kepri aktif membantu masyarakat menyambut Lebaran melalui berbagai program strategis. Salah satunya adalah Gerakan Pangan Murah (GPM) yang menyediakan aneka komoditas pangan dengan harga terjangkau. Harga yang ditawarkan dalam GPM berada di bawah harga pasaran, meringankan beban ekonomi warga.

Nyanyang juga menugaskan Dinas Ketahanan Pangan, Disperindag, dan Diskop UMKM Kepri untuk memperbanyak penyaluran program subsidi daging segar. Langkah ini diambil untuk memastikan kebutuhan konsumsi daging masyarakat dapat terserap dan terpenuhi secara merata di seluruh wilayah.

Bersama satgas pangan, Pemprov Kepri secara berkala melakukan pengawasan ketat terhadap perkembangan harga dan pasokan bahan pokok di pasaran. Pengawasan ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan komoditas menjelang Idul Fitri. Pemerintah hadir untuk menjamin ketersediaan bahan pokok, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang dan nyaman.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi