Sri Mulyani Bakal Cairkan Dana Abadi Pendidikan Rp7 Triliun untuk Perguruan Tinggi

Senin, 27 Juni 2022 13:47 Reporter : Anisyah Al Faqir
Sri Mulyani Bakal Cairkan Dana Abadi Pendidikan Rp7 Triliun untuk Perguruan Tinggi Mendikbud Nadiem Makarim. Liputan6.com/JohanTallo

Merdeka.com - Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi, Nadiem Makarim mengatakan Kementerian Keuangan akan mengalokasikan anggaran dana abadi untuk LPDP sebesar Rp7 triliun. Dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN BH) yang mampu menggalang dana masyarakat atau memiliki dana abadi sendiri.

"Alhamdulillah dengan dukungan dari Kementerian Keuangan, LPDP sudah menyiapkan dana abadi sebesar Rp7 triliun," kata Nadiem dalam Peluncuran Merdeka Belajar 21: Dana Abadi Perguruan Tinggi, Jakarta, Senin (27/6).

Dana tersebut kata Nadiem akan dikelola LPDP untuk menghasilkan bunga setiap tahun. Hasilnya nanti akan disalurkan ke PTN BH yang bisa meningkatkan dana abadinya masing-masing. Sehingga perguruan tinggi diminta untuk segera memiliki dana abadi.

"Kita dorong PTN BH dan perguruan tinggi kita buat bikin dana abadi," kata dia.

Nadiem memperkirakan bunga yang akan didapat pada tahun pertama dari dana Rp7 triliun yakni Rp455 miliar pada tahun 2022. Kemudian Rp350 miliar di tahun 2023 dan meningkat menjadi Rp500 miliar di tahun 2024.

Dana segar tersebut hanya bisa dinikmati bagi perguruan tinggi (perti) yang sudah menjadi PTN BH. Alasannya perti tersebut sudah memiliki regulasi dan aset finansial secara independen. Sebab PTN yang masih berstatus BLU belum bisa mengelola dana secara independen. Mengingat sebagian besar sumber pendanaannya berasal dari APBN dan mahasiswanya.

"Jadi ini hanya eksklusif PTNBH. Makanya segera buat transformasi ke PTN BH, ayo sama-sama jadi PTN BH," ungkap Nadiem.

2 dari 2 halaman

Perguruan Tinggi Didorong Punya Dana Abadi

Nadiem pun mendorong agar perti segera memiliki dana abadi untuk bisa meningkatkan pendapatannya. Sebagai PTN BH perti bisa mendapatkan banyak sokongan dana semisal dari lembaga filantropi, alumni hingga sponsor dari industri.

"Dana abadi ini diinvestasi sama perti dan menghasilkan reten dan pada tahun kedua ini lebih besar seperti yang dilakukan lpdp di masing-masing perti," kata dia.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati berjanji, dana abadi bisa dicairkan tahun ini. Sehingga skema yang dibuat Nadiem bisa segera terealisasi.

"Jadi Rp7 triliun ini kemungkinan tidak nunggu sampai tahun depan untuk tambah," kata dia.

Sehingga jika anggaran sudah disediakan bisa segera dimanfaatkan keberadaanya. Apalagi secara khusus dana sektor pendidikan akan bertambah seiring dengan adanya tambahan belanja negara yang diperkirakan tembus Rp3.000 triliun di tahun ini.

[idr]
Komentar Pembaca

Ingatlah untuk menjaga komentar tetap hormat dan mengikuti pedoman komunitas kami

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini

Opini