Sistem ganjil-genap di pintu tol Bekasi dinilai tak efektif, ini jawaban BPTJ

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan bahwa aturan ganjil genap akan selalu dievaluasi setiap minggu untuk mengetahui sejauh mana keefektifannya.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Sistem ganjil-genap di pintu tol Bekasi dinilai tak efektif, ini jawaban BPTJ
sistem ganjil genap. ©istimewa

Aturan ganjil genap di pintu tol Bekasi Barat dan Bekasi Timur dinilai beberapa pihak tidak efektif untuk mengurai kemacetan di dalam jalan tol. Sebab, mobil yang tidak boleh masuk tol akan memilih jalan arteri sehingga menimbulkan kemacetan lain.

Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono mengatakan bahwa aturan ganjil genap akan selalu dievaluasi setiap minggu untuk mengetahui sejauh mana keefektifannya.

"Kebijakan akan dievaluasi setiap minggu sampai kebijakan tersebut cukup efektif," kata Bambang saat dihubungi Merdeka.com.

Bambang melanjutkan, aturan ganjil genap di pintu tol tidak bisa dilihat sebagai bagian terpisah, sebab dalam waktu bersamaan ada 2 kebijakan lain yang diterapkan yakni pengaturan jam operasional angkutan barang golongan III, IV dan V serta Lajur Khusus Kendaraan Umum (LKAU).

"Ada 3 paket kebijakan dan saling terkait agar menjadi lebih efektif, jadi ketiga kebijakan tersebut tidak terpisahkan," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya Kombes Halim Pagarra menilai, penerapan ganjil genap di ruas Tol Cikampek- Jakarta dari gerbang tol Bekasi Barat dan Timur yang rencananya diterapkan 12 Maret 2018 tidak akan efektif mengurangi kemacetan.

Menurutnya, jika program ini diterapkan hanya akan memindahkan kemacetan ke jalan arteri. Alangkah baik jika Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ) menerapkan sistem elektronik untuk mengatasi jumlah kendaraan.

"Akan berdampak pada jalan-jalan arteri, tapi pelaksanaan ganjil genap tidak efektif kalau diberlakukan di jalan tol. Kami sudah sampaikan pokoknya lebih efektif pakai elektronik," kata dia usai menghadiri launching Sistem Penerbitan Izin Online dan Multimoda (SPIONAM), e-Ticketing, dan e-Tilang, di kawasan CFD Jakarta, Minggu (4/3).

Lanjut Halim, lebih baik menggunakan Electronic Traffic Law Enforcement (E-TLE) pada tol Jakarta-Cimkapek daripada menerapkan ganjil genap. Namun dia tetap akan melihat dulu evaluasi dari penerapan ganjil genap apakah efektif atau tidak.

"Tentunya dengan adanya elektronik enforcement, bisa lebih efektif. Kami juga bisa tahu kecepatan pengemudinya. Hanya mungkin sedang berproses. Akan ada evaluasi juga dengan kami berlakukan genap ganjil akan terlihat data-datanya," ujarnya.

Rekomendasi