Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Sering-Sering Elus Dada Gara-Gara Corona

Sering-Sering Elus Dada Gara-Gara Corona Ilustrasi penumpang pesawat terbang. ©Pixabay

Merdeka.com - Mewabahnya virus corona atau Covid-19 membuat dunia usaha gigit jari. Pekerja, formal dan informal, turut merasakan imbasnya. Penghasilan berkurang.

Salah satu pekerja ini inisial M yang menjadi salah satu pramugari maskapai di Tanah Air. Virus corona kerap membuatnya elus dada.

Bukan, dia tidak sesak napas karena corona. Namun, mencoba sabar karena penghasilannya tak lagi sebesar sebelumnya.

Virus corona, katanya, membuat jam terbangnya menurun. Pun, penghasilannya mengikuti.

"Biasanya sebulan kami dapat sekitar 70-90 jam tapi, karena covid-19 ini jadi cuma 40 jam. Itu sangat berpengaruh dari sisi financialnya," bebernya pada merdeka.com, Jakarta, Kamis (4/3).

Penurunan jam terbang, lanjutnya, imbas dari sepinya penumpang. Dari umumnya 180 orang dalam satu pesawat, sekarang hanya sekitar 50 penumpang. Bahkan, dirinya pernah hanya melayani 10 penumpang.

"Kalau gaji kita tidak berpengaruh sampai saat ini. Kalau gaji insentif iya, karena jam terbang tersebut juga kan berkurang. Kita mewajari itu," ucapnya.

Sampai saat ini, kegiatan operasional maskapai masih berjalan. Kendati demikian, dirinya mengakui tetap memiliki rasa khawatir bila tetap bekerja disaat pandemi corona seperti ini.

"Takut sih, apalagi penyakit itu kan tidak kelihatan gejalanya. Kasian orang di rumah, kalau tiba-tiba aku terkena virus dan tidak ngerasa itu," tuturnya.

Virus Corona Ancam Maskapai Bangkrut

ancam maskapai bangkrut rev7Rekonstruksi prajurit tni pembunuh kacab bank BUMN. ©2025 Merdeka.com

Ketua Umum Indonesia National Air Carrier Association (INACA), Denon Prawiratmadja, mengatakan beberapa maskapai telah memilih opsi menutup operasi dan melakukan PHK terhadap karyawannya karena pandemi corona untuk mengurangi kerugian.

"Ini tidak lepas dari dampak pandemi Covid-19 yang menyebarluas ke seluruh Indonesia. Sejak awal Maret terjadi penurunan penumpang yang sangat drastis," kata Denon, dikutip dari keterangan resmi, Kamis (26/3).

Tercatat, maskapai penerbangan juga sudah mengurangi frekuensi penerbangan mereka hingga 50 persen. Denon melanjutkan, apabila penuntasan pandemi Covid-19 semakin tidak pasti, hal ini akan membuat industri penerbangan semakin terpuruk bahkan sebagiannya akan tidak beroperasi karena bangkrut.

(mdk/bim)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP