Sering jatuh, Dahlan setuju Merpati kandangkan pesawat MA 60
Merdeka.com - Insiden tergelincirnya pesawat tipe MA 60 milik Merpati Nusantara Airlines di Bandara El Tari, Kupang, Nusa Tenggara Timur, berbuntut panjang. Kementerian Perhubungan selaku regulator akan mengaudit secara khusus 8 pesawat tipe MA 60 dioperasikan maskapai pelat merah itu.
Menanggapi rencana Kemenhub, Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan setuju jika pesawat tipe MA 60 bikinan China tidak lagi dipakai oleh Merpati. Hal ini akan meringankan Merpati dari sisi perawatan yang cukup memberatkan.
"Inikan lagi diperiksa (Kemenhub) kan ya, kalau memang enggak boleh digunakan ya sudah, malah meringankan Merpati," ucap Dahlan ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (12/6).
Dahlan mengaku juga tidak khawatir insiden yang baru terjadi ini akan mengurangi penumpang Merpati. Menurut Dahlan setiap kecelakaan telah dilindungi oleh asuransi. "Kan ada asuransinya," tegasnya.
Menyangkut masalah keuangan Merpati yang terlilit utang triliunan rupiah rencananya akan dilakukan restrukturisasi utang. Utang Merpati saat ini rencananya akan dijadikan saham. Dahlan juga meragukan rencana operator tol PT Citra Marga Nusaphala Persada Tbk (CMNP) yang beberapa pekan lalu dikabarkan ingin mengakuisisi saham BUMN itu senilai Rp 800 miliar.
"Belum ada (tawaran masuk), masa kok ada orang yang mau beli Merpati gitu lho. Saya belum baca suratnya sampai sekarang," tegasnya.
Dua hari lalu, insiden nahas menimpa Merpati. Pesawat penumpang kelas menengah produksi China yang mereka gunakan, jatuh saat mendarat (crash landing). Akibatnya, badan pesawat pelat merah itu rata di landasan. Untungnya, 46 penumpang, termasuk bayi serta empat orang awak pesawat selamat dalam insiden tersebut.
Kejadian itu membuat citra Merpati semakin terpuruk, setelah sebelumnya dinobatkan sebagai salah satu maskapai terburuk dunia, serta terlilit utang besar. (mdk/ard)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya