Sasar Milenial, BTN Target Raup Rp3 Triliun di Indonesia Property Expo 2020

Sabtu, 15 Februari 2020 13:44 Reporter : Merdeka
Sasar Milenial, BTN Target Raup Rp3 Triliun di Indonesia Property Expo 2020 BTN Target Raup Rp 3 Triliun di Indonesia Property Expo 2020. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menggelar Indonesia Property Expo (IPEX) di Jakarta Convention Center (JCC) yang berlangsung pada 15-23 Februari 2020. Bank BTN menargetkan dapat meraup izin prinsip Kredit Pemilikan Rumah (KPR) baik subsidi maupun non-subsidi sebesar Rp3 triliun, dengan target booked Rp1 triliun.

Direktur Utama Bank BTN Pahala Nugraha Mansury mengatakan, pemerintah dan pihak pengembang properti pada tahun ini menawarkan banyak kemudahan bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) untuk dapat memiliki rumah.

"Tahun ini adalah tahun yang tepat untuk membeli properti karena banyak faktor yang membuat investasi pada properti ini menarik pada saat era suku bunga murah berlangsung, uang muka KPR juga semakin terjangkau setelah aturan relaksasi Loan To Value mulai berlaku Desember lalu," tuturnya di JCC, Jakarta, Sabtu (15/2).

Melalui IPEX 2020, Bank BTN menawarkan beragam promosi menarik di antaranya suku bunga KPR mulai dari 5,7 persen fixed rate selama 1 tahun, bebas biaya provisi, bebas biaya administrasi, bebas biaya appraisal, diskon asuransi jiwa 20 persen, serta cashback tabungan hingga Rp700.000 sesuai dengan plafond kredit yang diberikan.

"Kami dalam waktu dekat akan menawarkan KPR dengan skema khusus yang dapat menangkap segmen MBR yang tidak kebagian FLPP KPR dengan skema khusus ini. Juga memfasilitasi pengembang rumah subsidi yang pasokannya melimpah namun sulit mendapatkan pembeli," kata Pahala.

1 dari 1 halaman

Hadapi Berbagai Tantangan

Di sisi lain, Pahala menyebutkan sektor properti pada 2020 akan menjadi penuh tantangan lantaran ancaman resesi akibat kondisi geopolitik yang memanas, serta yang terbaru adalah mewabahnya virus korona di Tiongkok yang diperkirakan melumpuhkan kekuatan ekonomi China akan ikut berdampak ke Indonesia.

Namun, ia optimis sektor properti yang dikenal memiliki multiplier effect ke 170 industri turunan merupakan sektor yang bertahan dan bangkit di tengah ancaman dari faktor eksternal tersebut. Apalagi, Pemerintah dan Bank Indonesia memberikan dukungan yang cukup ke sektor properti.

Seperti peningkatan batasan tidak kena Pajak Pertambahan Nilai (PPN) rumah sederhana dan rumah sangat sederhana, pembebasan PPN atas rumah atau bangunan korban bencana alam, penurunan tarif Pajak Penghasilan (PPh) pasal 22 atas hunian mewah dari 5 persen menjadi 1 persen, dan peningkatan batas nilai hunian mewah yang dikenakan PPh dan Pajak Penjualan Atas Barang Mewah (PPNBM).

"Kami mengapresiasi kebijakan pemerintah untuk mendukung sektor properti tetap tumbuh, karena itu Bank BTN tetap mendukung Program 1 Juga Rumah yang telah dicanangkan pemerintah dengan mengandalkan KPR non-subsidi dan tetap berkomitmen menjadi Bank penyalur FLPP," tandasnya.

Sumber: Liputan6

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana [did]

Baca juga:
Ma'ruf Amin Minta Pengembang Perumahan Perhatikan Ketersediaan Air Bersih
Bidik Dana Murah Rp1,9 Triliun, Bank BTN Luncurkan Produk Tabungan Baru
Bank BTN Tercatat Salurkan Kredit Rp595,2 Triliun Selama 70 Tahun
BTN Gandeng Kejagung Perkuat Penanganan Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara
Bank BTN Incar 2,7 Juta Pengguna Mobile Banking Baru di 2020
Kejagung Usut Aset 7 Tersangka Korupsi BTN Semarang dan Gresik Rugikan Negara Rp50 M
BTN Target Cetak 50.0000 Kartu Debit Tema Olimpiade Tokyo 2020

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini