Sandiaga Uno Siapkan Strategi Ekonomi Kreatif Berbasis Kabupaten Lewat Kelana Ramadan
Merdeka.com - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mensosialisasikan strategi pengembangan berbasis Kabupaten Kota (Kata) Kreatif Indonesia lewat acara Kelana Ramadhan yang diusung Kemenparekraf.
“Program ini akan dikawal oleh unit Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf," kata Sandiaga ditulis Sabtu (16/4).
Sandiaga mengatakan, melalui Direktorat Infrastruktur Ekonomi Kreatif pada Kedeputian Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur, yang diadakan di Banda Aceh, Sabtu (9/4) lalu, telah mendapatkan sambutan luar biasa dari pelaku ekonomi kreatif (ekraf) lokal.
"Kata ini adalah salah satu atau satu dari tiga program unggulan Kemenparekraf yang sudah saya launching pada 18 Januari lalu,” ucap Sandiaga.
Dengan adanya pengembangan Kata, diharapkan dari 514 kabupaten kota memiliki ciri khasnya atau memiliki kesepakatan subsektor unggulan. Dari subsektor unggulan itulah yang akan menjadi peluang penggerak perekonomian rakyat.
“Program Kata ini diharapkan menjadi lokomotif kebangkitan ekonomi kita dan mampu membuka peluang usaha serta lapangan kerja di daerah-daerah,” tutur Sandiaga.
Sandiaga pun berharap dengan adanya Kelana Ramadhan ini bisa menjadi langkah kecil dalam mengajak para pelaku usaha kecil menengah bidang ekonomi kreatif untuk menjadi ujung tombak dalam mensosialisasikan program Pengembangan Kata Kreatif Indonesia dan mengawalnya.
“Sambutan yang luar biasa dari para pelaku ekraf selama pelaksanaan menjadi bukti bahwa Kelana Ramadhan hadir sebagai program yang tepat sasaran, tepat manfaat, dan tepat waktu. Artinya peluang untuk membangkitkan ekonomi nasional juga semakin terbuka,” imbuhnya.
Pada kesempatan yang sama, Direktur Infrastruktur Ekonomi Kreatif, Hariyanto juga menjelaskan bahwa Kelana Ramadhan ini merupakan bagian dari strategi program pengembangan Kabupaten Kota Kreatif Indonesia.
“Tujuan secara umum acara Kelana Ramadhan ini adalah untuk mengakselerasi program pengembangan Kabupaten Kota Kreatif Indonesia,” ucap Hariyanto.
Adapun Kata yang hadir sebagai pelaku ekraf kali ini, berasal dari Aceh Besar, Bener Meriah, dan daerah-daerah Aceh lainnya. Para enterpreuner yang hadir kali ini akan dimasukkan ke dalam database para pelaku usaha kecil menengah. Ke depannya akan menjadi bagian konten website katakreatif.kemenparekraf.go.id.
“Kami memandang peran teman-teman semua itu penting. Para pelaku usaha ekonomi kreatif ini berada dalam jajaran garda terdepan dalam pengembangan ekonomi kreatif,” ungkap Hariyanto.
Oleh karena itu, Haryanto menambahkan, kegiatan Kelana Ramadhan ini memang cikal bakal yang akan kita kembangkan dan tradisikan setiap tahun.
"Langkah kecil apapun agar dimaknai sebagai wujud kepedulian, keberpihakan, perhatian pemerintah kepada para pelaku usaha kecil menengah ekonomi kreatif sub para komunitas, termasuk para individualitas," pungkas Hariyanto.
Pengusaha Sirup Apresiasi Kelana Ramadan
Salah seorang peserta kegiatan, Rezka Kenara Bintang Putra yang berprofesi sebagai pengusaha sirup menyampaikan apresiasi atas Kelana Ramadan.
"Menurut saya kegiatan kelana Ramadan ini bagus, ya. Pertama bagus karena kita bisa mengetahui program-program Kemenparekraf. Selain itu, bagus karena kita juga menjadi tahu bahwa ada pengusaha macam-macam di Aceh. Ada jenis usaha apa saja sih, yang ada di Aceh," kata Ken, demikian sapaan pria asal Aceh Tengah itu.
Ken berharap, kegiatan Kelana Ramadhan dapat lebih diekspansi, agar sosialisasi program Kata Kreatif Indonesia berjalan optimal. Senada, Wahdini yang seorang perajin Kerawang Gayo dari Bener Meriah juga mengakui bahwa Kelana Ramadhan bermanfaat bagi para pengusaha ekonomi kecil menengah sektor ekraf.
"Sebagai generasi muda, saya ingin meneruskan adat istiadat budaya dengan mengenalkan kerajinan Kerawang Gayo ke kota lain, bahkan hingga pasar nasional. Produk Kerawang Gayo yang saya kelola ini adalah produk rumahan. Saya juga membuat beberapa produk aksesori seperti gelang, masker, syal, baju, dan sebagainya," kata Wahdini.
Di masa mendatang, Wahdini ingin agar Kelana Ramadhan memiliki sistem berkelanjutan yang jelas, sehingga ada pendampingan bagi pelaku usaha bisnis ekonomi kreatif kecil menengah seperti dirinya.
"Saya bangga bisa bergabung dengan pengusaha-pengusaha lain dengan ikutan acara Kelana Ramadhan ini. Melihat mereka memiliki inovasi lebih dari saya membuat saya terpacu dan ingin mencoba menerapkannya ke bisnis saya," ujarnya.
(mdk/ags)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya