Rusia-Ukraina Masih Perang, Impor Bahan Baku Pupuk Belum Pulih
Merdeka.com - Situasi di Eropa Timur yang terus memanas dengan berlanjutnya perang antara Rusia dan Ukraina, turut berpengaruh terhadap suplai impor bahan baku pupuk di Indonesia. Impor bahan baku pembuatan pupuk saat ini sudah membaik, namun belum pulih seutuhnya.
"Tidak 100 persen lancar seperti sebelumnya. Kan harga pernah naik, tinggi akibat perang. Sekarang belum kembali normal, tapi sudah melandai," kata SEVP Marketing Operations PT Pupuk Indonesia (Persero) Gatoet Gembiro Noegroho saat berkunjung ke kios pupuk bersubsidi di Desa Temesi, Kabupaten Gianyar, Bali, Senin (3/7).
Dia mengatakan, suplai impor bahan baku pupuk belum lancar lantaran kekhawatiran atas distribusi via laut masih cenderung tinggi. Sebagai antisipasi, Pupun Indonesia lantas mencari sumber bahan baku dari tempat lain yang tidak bermasalah, mulai dari Mesir, Yordania, hingga Maroko. Khususnya fosfor dan kalium untuk bahan baku pupuk NPK.
"Bahkan negara tetangga juga ada, cuman kualitasnya agak berbeda. Vietnam, Laos, Myanmar, tapi mungkin volume merekanya kecil. Kalau volume kecil otomatis harganya pasti lebih mahal, karena investasi lebih padat," imbuhnya.
Namun begitu, Gatoet tak bisa memastikan volume distribusi bahan baku pupuk impor turun hingga berapa persen. Sebab, secara angka itu cenderung fluktuatif. "Lagi pun angka itu per bulan, per 3 bulan beda-beda. Jadi enggak bisa memastikan," tegas Gatoet.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/azz)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya