Rupiah melemah dinilai akibat besarnya impor BBM di Tanah Air
Merdeka.com - Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, mengatakan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) turut bertanggung jawab atas pelemahan nilai tukar Rupiah terhadap Dolar AS (USD). Sebab, pelemahan Rupiah disebabkan defisit transaksi perdagangan yang sebagian besar terdiri atas impor bahan bakar minyak (BBM).
"Kalau sekarang Rupiah kita turun (melemah) kalau saya, bukan salah BI, bukan salah Bu Ani (Menteri Keuangan, Sri Mulyani), salah menteri ESDM," ungkapnya dalam diskusi di Bakoel Koffie, Jakarta, Jumat (25/5).
"Kenapa? (ESDM turut bertanggung jawab). Defisit transaksi perdagangan kita bulan April 2018, dari USD 1,6 miliar, USD 1,1 miliar itu dari impor BBM. Sejak April 2017 sampai 2018 impor BBM itu sudah naik lebih dari 45 persen," tegas dia.
Sementara itu, dia menilai tidak ada upaya dari Kementerian ESDM untuk dapat menekan impor BBM ini, dengan cara melakukan pengendalian konsumsi BBM di dalam negeri.
"Tidak ada upaya pengendalian konsumsi (BBM) dalam negeri, supaya impor dapat ditekan," tandasnya.
(mdk/bim)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya