Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

RRI Apresiasi 42 Perusahaan BUMN Terbaik, Ini Daftarnya

RRI Apresiasi 42 Perusahaan BUMN Terbaik, Ini Daftarnya RRI Apresiasi BUMN. istimewa ©2019 Merdeka.com

Merdeka.com - RRI dan Iconomics Research mengapresiasi 41 perusahaan BUMN dan anak usaha yang tercatat sudah menjalankan fungsi dan perannya dengan baik. Baik sebagai perwakilan negara di sektor bisnis maupun sebagai korporasi yang mencari keuntungan. Apresiasi bertajuk 'RRI BUMN Award 2019' ini diberikan dengan mempertimbangkan empat kategori.

Kategori pertama adalah market domination berupa penghargaan kepada BUMN yang berhasil menjadi market leader di tengah persaingan yang ketat di industri yang menjadi core bisnisnya.

Director of Iconomics Research, Alex Mulya mengatakan, sudah banyak bukti betapa besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan ekonomi di Indonesia.

"BUMN juga adalah sebuah korporasi yang secara alamiah berdiri dengan tujuan mencari keuntungan," ujarnya di Jakarta, Jumat (27/9).

Kedua, brand awareness dan brand image yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil menjaga citra dan reputasi perusahaan di tengah persaingan usaha yang ketat. Ketiga, customer service quality yaitu apresiasi kepada BUMN yang berhasil memberikan pelayanan yang baik kepada customer baik secara offline maupun online

Kategori terakhir adalah social economy contribution, yaitu apresiasi kepada BUMN yang memberikan kontribusi ekonomi dan sosial yang besar kepada masyarakat. Penilaian terhadap empat kategori tersebut dilakukan melalui beberapa metode, salah satunya adalah Focus Group Discussion (FGD) yang melibatkan para pakar untuk mengetahui penilaian mereka terhadap BUMN.

Sementara itu, Sekretaris Kementerian BUMN, Imam S Putro mengatakan, BUMN adalah perpanjangan tangan negara di sektor bisnis. Sebagai representasi negara, BUMN memiliki tanggung jawab membantu pemerintah mewujudkan cita-cita luhur berdirinya negara yaitu mensejahterakan rakyat.

Karena itu, dalam menjalankan bisnis, BUMN tidak hanya berorientasi mencari keuntungan, tetapi juga mendistribusikan kesejahteraan kepada seluruh warga negara Indonesia. Sudah banyak bukti betapa besarnya kontribusi BUMN dalam pembangunan ekonomi di Indonesia. Pembangunan infrastruktur yang kini sedang digalakkan oleh pemerintahan Presiden Joko Widodo adalah salah satu contoh nyata.

"Sepanjang 2014-2018, keberadaan BUMN dinilai banyak kemajuan, khususnya dalam menjalankan dua fungsi utama, yakni agen pencipta nilai dan agen pembangunan. Awal Kementerian BUMN dipimpin Rini Soemarno, dicanangkan lima target besar, yaitu pembangunan Indonesia sentris, ketahanan energi dan pangan, pembangunan infrastruktur dan industri dasar, akses layanan keuangan, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM)," katanya.

Tanpa sinergi BUMN, infrastruktur sebagai pendorong pertumbuhan ekonomi tak akan dibangun dengan cepat. Tetapi, BUMN juga adalah sebuah korporasi yang secara alamiah berdiri dengan tujuan mencari profit atau keuntungan.

Dalam upaya mencari keuntungan itu, BUMN bersaing sekaligus bersinergi dengan sesama BUMN. BUMN juga bersaing dengan perusahaan swasta dalam satu sektor yang sama.

Dua peran vital BUMN ini mesti dijaga keseimbangannya. Karena itulah aspek-aspek seperti penguasaan pasar atau market domination, brand awareness, customer satisfaction, dan social economy contribution adalah hal yang sangat penting untuk menjaga kelangsungan sebuah perusahaan BUMN, baik sebagai perwakilan pemerintah di sektor bisnis maupun sebagai korporasi yang bertujuan mencari keuntungan.

Direktur Utama LPP RRI, M Rohanuddin mengatakan, RRI dan Iconomics Research juga melakukan survei di 10 kota dengan jumlah lebih dari 10.000 responden. Responden dalam survei ini adalah para milenial yang dibagi dalam dua kelas yaitu kelompok usia yaitu early milenial, mid milenial dan late milenial.

"Kelas selanjutnya, kelompok milenial berdasarkan pengasilan, yaitu low income, mid income dan high income. Dari berbagai macam penilaian, RRI dan Iconomics Research akhirnya mendapatkan 41 BUMN yang dianggap berhasil dan mendapatkan apresiasi kategori Gold,"paparnya.

BUMN yang mendapatkan kategori Gold tersebut adalah PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel), PT Kereta Api Indonesia (Persero) dan PT Pertamina (Persero) dengan kategori gold Market Domination, Brand Strength, Social Economy Contribution.

Pada kategori gold Brand Strength ada PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Jasa Marga (Persero) Tbk, PT Perkebunan Nusantara (Persero) III, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk Brand Strength PT Wijaya Karya (Persero) Tbk untuk kategori Brand Strength.

Lalu PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) di kategori gold Social Economy Contribution. Kemudian, Perum Perhutani, PT Pembangkit Jawa Bali, dan PT Indonesia Power mendapatkan kategori gold Social Economy Contribution.

Berikut detailnya:

1. PT Telekomunikasi Seluler (Telkomsel)

2. PT Waskita Karya (Persero) Tbk

3. PT Wijaya Karya (Persero) Tbk

4. PT Hutama Karya (Persero)

5. PT Jasa Marga (Persero) Tbk

6. PT Perkebunan Nusantara (Persero) III

7. Perum Perhutani

8. PT Kereta Api Indonesia (Persero)

9. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk

10. PT Pertamina (Persero)

11. PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

12. PT Indonesia Power

13. PT Pembangkit Jawa Bali

14. PT Aneka Tambang (Persero) Tbk

15. PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero)

16. PT Bank Mandiri (Persero) Tbk

17. PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

18. PT BNI Sekuritas

19. PT Pegadaian (Persero)

20. PT Permodalan Nasional Madani (Persero)

21. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk

22. PT Pupuk Indonesia (Persero)

23. PT Kimia Farma (Persero) Tbk

24. PT Taspen (Persero)

25. PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero)

26. PT Perikanan Nusantara (Persero)

27. Perum Perumnas

28. PT Angkasa Pura II (Persero)

29. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) I

30. PT Jasa Raharja (Persero)

31. PT Angkasa Pura I

32. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) III

33. PT Pelayaran Indonesia (Persero)/Pelni

34. PT Danareksa

35. PT Telekomunikasi Indonesia (Persero) Tbk

36. PT Pos Indonesia (Persero)

37. PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk

38. PT Asuransi Tugu Pratama Indonesia (Persero)

39. PT Penjaminan Infrastruktur Indonesia (Persero)

40. Perum Bulog

41. PT Pelabuhan Indonesia (Persero) II

42.PT Pertamina Lubricants.

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP