Restorasi Gambut Banyak Alami Kegagalan, Ini Sebabnya
Merdeka.com - Program restorasi gambut yang dilakukan oleh pemerintah maupun korporasi cenderung mengalami kegagalan. Salah satu penyebabnya yaitu karena hanya fokus pada pengembalian fungsi ekologi lahan gambut dan mengabaikan pemberdayaan masyarakat.
Pengamat lingkungan hidup, Berry Nahdian Furqon Berry mengatakan, restorasi gambut harusnya melibatkan masyarakat setempat. Dengan melibatkan masyarakat pada program restorasi dan pemulihan, dan pelestarian lahan gambut seperti maka akan muncul kesadaran masyarakat.
"Dengan melibatkan masyarakat, akan diketahui kebutuhan masyarakat di wilayah restorasi gambut tersebut," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (19/11).
Katanya, dari sanalah masyarakat akan turut serta dalam pelestarian dan pemeliharaan gambut, seiring dengan peningkatkan kesejahteraan mereka. Berry mencontohkan salah satu program restorasi gambut yang dibarengi dengan upaya pemberdayaan masyarakat yakni program Kampung Gambut Berdikari yang merupakan program CSR Pertamina di Sungai Pakning Bengkalis, Riau. Program tersebut telah mengintegrasikan antara pemulihan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Untuk itu, program tersebut bisa menjadi contoh dan inspirasi pengembangan lebih jauh di tempat lain.
"Kalau praktiknya (Kampung Gambut Berdikari) memang bagus, ini bisa menginspirasi. Ada perbaikan lingkungan, kemudian masyarakat juga lebih berdaya, dan ekonominya lebih maju," katanya.
Kampung Gambut Berdikari yang merupakan Program CSR Pertamina RU II Sungai Pakning tersebut dinilai banyak kalangan bisa menjadi percontohan, terutama terkait pengelolaan lingkungan berkelanjutan pada lahan gambut yang rentan terbakar. Kampung Gambut Berdikari juga memperoleh penghargaan dari Indonesian Sustainable Development Goals Award (ISDA) dan CSR Nusantara Award.
Dalam menjalankan program Kampung Gambut Berdikari, Pertamina melibatkan masyarakat, mulai penambahan peralatan pemadaman, pembentukan Forum Komunikasi Masyarakat Peduli Api (Forkompa), hingga pelatihan pemadaman. Selain itu, pemanfaatan lahan bekas terbakar melalui pertanian budidaya nanas dan diservikasi pengolahan produk nanas seperti keripik, dodol, manisan, dan selai.
Bahkan Pertamina juga membina sembilan Sekolah Dasar di Kecamatan Bukit Batu dengan menanamkan nilai-nilai Kampung Gambut Berdikari sejak usia dini. Implementasinya, kesembilan SD tersebut memiliki kurikulum berbasis lingkungan yang mengangkat isu-isu pencegahan kebakaran lahan dan hutan serta pemanfaatan potensi wilayah gambut.
"Makanya harus terus ditingkatkan dan didorong. Kalau ada semacam keberhasilan, juga bisa dipromosikan dan dipraktikkan di tempat lain. Yaitu untuk memicu dan mendorong wilayah lain dalam membangun program, yaitu dengan melibatkan peran serta masyarakat itu untuk restorasi lahan gambut," kata Berry. (mdk/idr)
Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya