Rencana Kedatangan Nelayan Pantura Ditolak di Natuna

Minggu, 12 Januari 2020 16:30 Reporter : Harwanto Bimo Pratomo
Rencana Kedatangan Nelayan Pantura Ditolak di Natuna kapal nelayan. ©2012 Merdeka.com/aris andrianto

Merdeka.com - Nelayan Kabupaten Natuna, Kepri menolak rencana kedatangan ratusan nelayan pantai utara (pantura) Jawa di perairan Natuna Utara. Penolakan dikarenakan beberapa pertimbangan seperti, nelayan pantura menggunakan alat tangkap cantrang.

"Alat tangkap cantrang dapat merusak ikan dan biota laut lainnya, sehingga akan merugikan nelayan itu sendiri," kata Ketua nelayan Desa Sepempang, Natuna, Hendri, dikutip dari Antara, Minggu (12/1).

Kemudian, kata dia, nelayan pantura menggunakan kapal yang lebih besar dan peralatan tangkap modern. Hal ini tentu membuat nelayan Natuna merasa tersaingi, karena armada mereka saat ini masih kecil dan peralatan tangkap yang ada sangat tradisional yaitu berupa pancing ulur.

"Kondisi ini juga akan menyebabkan nelayan lokal jauh tertinggal dan tersisih," imbuhnya.

Ketua nelayan Desa Batu Gajah, Natuna, Kurniawan Sindro Utomo, meminta Pemkab Natuna maupun pemerintah memberdayakan nelayan setempat dibanding mendatangkan nelayan pantura. Menurut dia, nelayan juga mampu melaut hingga ke Zona Ekonomi Ekslusif (ZEE) asal didukung dengan kapal-kapal dan peralatan yang memadai.

"Pemerintah sebaiknya membantu nelayan Natuna dengan kapal di atas 50 GT, bukan malah mendatangkan nelayan pantura," tuturnya.

Nelayan Natuna lainnya, Khairul Anam, mengaku khawatir jika pemerintah tetap mendatangkan nelayan pantura ke Natuna, maka dapat menimbulkan gesekan antara kedua belah pihak.

"Konflik Indonesia dan China mulai mereda di laut Natuna. Jangan sampai nanti ada pula konflik lanjutan antara nelayan Natuna dan nelayan pantura," ucap Khairul.

1 dari 1 halaman

KKP Diminta Percepat Pengiriman Nelayan Pantura ke Natuna

Menko Luhut mengaku sudah menugaskan Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo untuk menyelesaikan. Dia ingin, tahun ini rencana relokasi nelayan di pantai utara (pantura) dan sebagian Sumatera Utara dilaksanakan tahun ini.

Pangkalan nelayan di Natuna akan jadi tempat layak untuk dihuni nelayan relokasi dari Utara pulau Jawa. Sehingga nelayan bisa melaut ke wilayah zona ekonomi eksklusif (ZEE).

"Sekarang itu kita benahin dan kita butuh tender," ujar Luhut.

Luhut menegaskan/ rencana ini bakal dipercepat. Mengingat belakangan kapal ikan China masuk ke ZEE Indonesia.

"Dengan ada yang sekarang (kapal China di kawasan ZEE) kita percepat lagi. Pak Edhy saya lihat lebih cepat dengan yang ini," katanya mengakhiri.

[bim]

Baca juga:
Penasehat Menteri KKP Curiga Bukan Nelayan China yang Masuk Laut Natuna
Susi Pudjiastuti Minta Presiden Jokowi Tangkap dan Musnahkan Kapal Pencuri Ikan
Kemenhub Kembali Kirim Kapal Patroli ke Laut Natuna
Luhut Bantah Pemerintah Bersikap Lunak ke China Soal Sengketa Natuna
Megawati soal Natuna: Kedaulatan Bukan Hal yang Dapat Dinegosiasikan
Bertemu Menlu Jepang, Jokowi Ajak Berinvestasi di Natuna
Ini Momen TNI Berdebat Sengit dengan China di Laut Natuna, Seru Bikin Deg-degan

Komentar Pembaca

Merdeka.com sangat menghargai pendapat Anda. Bijaksana dan etislah dalam menyampaikan opini. Pendapat sepenuhnya tanggung jawab Anda sesuai UU ITE.

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini