Realisasi B20 Kuartal I 2019 Capai 6,2 Juta KL

Kamis, 2 Mei 2019 17:30 Reporter : Merdeka
Realisasi B20 Kuartal I 2019 Capai 6,2 Juta KL Peluncuran perluasan penggunaan Biodiesel B20. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi) mencatat, penyerapan 20 persen biodiesel yang dicampur dengan solar (B20) selama kuartal pertama 2019 mencapai 1,5 juta kiloliter (KL). Tahun ini ditargetkan 6,2 juta KL penyerapan biodiesel yang dicampur ke solar subsidi maupun non subsidi.

"Semoga bisa 6,2 KL sampai akhir tahun. Ini juga karena ada sinergi dari semua stakeholder. Tiga bulan pertama 1,5 juta pokoknya," kata Ketua Aprobi Paulus Cakrawan, di kantor Aprobi, Jakarta, Kamis (2/5).

Paulus mengungkapkan, program B20 telah diimplementasikan sejak Januari 2016. Awalnya pada solar subsidi untuk angkutan darat saja, kemudian penerapannya diperluas ke semua jenis solar yang digunakan semua sektor sejak September 2018.

"Sudah 8 bulan penerapannya dan dalam penerapannya kami tidak menemui kendala berarti, sampai saat ini masih tetap berlangsung dengan baik," tuturnya.

Tidak seperti penyerapan di dalam negeri yang berjalan mulus, ekspor biodiesel mengalami hambatan ke dua kawasan yaitu Amerika Serikat dan Uni Eropa. Realisasi ekspor biodiesel pada periode kuartal pertama 2019 mencapai 173.543 Kl, China dan Uni Eropa merupakan negara yang menyerap biodiesel tersebut.

Adapun hambatan ekspor biodiesel di Amerika adalah tuduhan subsidi dan dumping. Atas tuduhan ini beberapa perusahaan Indonesia telah mengadukan kasus yang tidak fair ke Court of International Trade (CIT) di New York.

Sedangkan di Uni Eropa dengan tuduhan subsidi, seperti diketahui Uni Eropa menuduh Indonesia melakukan subsidi untuk biodiesel yang diekspor ke Uni Eropa. Kendala lain adalah dengan diterbitkannya Uni Eropa Renewable Energy Directive II dan Delegated Act.

Sebelumnya, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuel Indonesia (Aprobi), Paulus Tjakrawan menyebut bahwa penyaluran Biodiesel 20 persen (B20) pada Januari hingga Februari 2019 mencapai sekitar 700.000 Kiloliter (Kl).

Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono

Sumber: Liputan6 [bim]

Berikan Komentar
Komentar Pembaca

Be Smart, Read More

Indeks Berita Hari Ini