Mengubah potensi desa menjadi motor ekonomi mandiri kini bukan lagi sekadar wacana. Berfokus pada purna pekerja migran, ketahanan pangan, hingga literasi energi generasi muda, tiga inovasi pemberdayaan masyarakat berbasis komunitas lokal berhasil membuktikan dampak nyatanya bagi lingkungan dan kesejahteraan warga di Jawa Barat.
Inisiatif berkelanjutan yang digerakkan oleh PT Pertamina EP Zona 7 (Area Jawa Bagian Barat) ini membuahkan apresiasi dalam ajang CSR & PDB Awards 2026 yang digelar Indonesia Social Sustainability Forum (ISSF) bersama Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) di Jakarta, Senin (28/9).
Tiga program pemberdayaan masyarakat yang dinilai sukses mendorong kemandirian sosial, ekonomi, dan lingkungan tersebut meliputi:
- Inovasi Pangan & Hortikultura di Jatibarang (Program Jari Tangan): Mengusung semangat Kerja Tani Berdikari dan Tahan Pangan, Jatibarang Field merangkul kelompok tani lokal dalam budidaya hortikultura berkelanjutan. Tak sekadar bertani, warga juga dibekali keterampilan mengolah limbah organik menjadi produk bernilai guna untuk meningkatkan pendapatan sekaligus memangkas biaya produksi. Program ini menyabet penghargaan predikat Gold.
- Pemberdayaan Purna Pekerja Migran di Subang (Program Purnama Subang): Lewat Purna Pekerja Migran Indonesia Berdaya Menjaga Lingkungan Bersama, Subang Field mendampingi para mantan pekerja migran dan kelompok rentan agar berdaya di kampung halaman. Melalui penguatan usaha masyarakat, konsep pertanian terpadu, pengelolaan sampah, hingga edukasi lingkungan di sekolah, purna PMI kini memiliki mata pencaharian baru yang ramah lingkungan. Program ini dianugerahi predikat Gold.
- Literasi Energi & Eco-School di Bekasi (Program Rangkul Raga Bumi): Tambun Field memfokuskan gerakannya pada generasi muda melalui edukasi lingkungan dan energi. Lewat konsep eco-school, para pelajar diajak memahami pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan, sekaligus mengenalkan peran strategis hulu migas dalam menjaga ketahanan energi nasional. Program ini diganjar predikat Silver.
Manager Communication, Relations & CID Regional Jawa, Pinto Budi Bowo Laksono, menegaskan bahwa nilai utama dari seluruh gerakan ini terletak pada kemandirian warga yang dibina.
"Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi Pertamina EP untuk terus menghadirkan program pemberdayaan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin setiap program tidak berhenti pada kegiatan, tetapi mampu membangun kapasitas, kemandirian, dan keberlanjutan sehingga manfaatnya dapat terus dirasakan oleh masyarakat," ujar Pinto.
Pinto menambahkan, tolok ukur keberhasilan pemberdayaan masyarakat tidak dihitung dari banyaknya piala, melainkan dari sejauh mana masyarakat mampu mengelola dan mengembangkan potensi daerahnya secara mandiri dalam jangka panjang.