Ubah Limbah Jadi Cuan, Pertamina Berdayakan Warga Sumbar

Ubah puluhan ton limbah jadi rupiah hingga terangin kawasan wisata, Pertamina Patra Niaga berdayakan warga Sumbar.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Ubah Limbah Jadi Cuan, Pertamina Berdayakan Warga Sumbar
SPBU Pertamina. (Foto: Pertamina Patra Niaga)

Upaya pemberdayaan masyarakat berbasis lingkungan terus bergulir di Sumatera Barat. Melalui dua inisiatif unggulan, yakni Program Cadiak Pandai di Padang Pariaman dan ONDE MANDE di Kota Padang, PT Pertamina Patra Niaga mendampingi warga setempat untuk mengolah potensi daerah menjadi pendorong ekonomi sekaligus pelestari alam.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menegaskan bahwa prinsip keberlanjutan dapat bertumbuh pesat jika masyarakat diberikan ruang dan kesempatan untuk mengoptimalkan potensi lokalnya.

"Melalui Program Cadiak Pandai dan ONDE MANDE, Pertamina Patra Niaga berupaya menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, sekaligus mendukung pembangunan yang berkelanjutan. Kedua program ini juga menjadi bagian dari kontribusi kami dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), mulai dari pemberdayaan perempuan, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pelestarian lingkungan dan aksi iklim," ujar Kitty, Kamis (1/10).

Di Nagari Padang Toboh Ulakan, Kabupaten Padang Pariaman, Program Cadiak Pandai menjadi wadah bagi kaum perempuan yang tergabung dalam Kelompok UKASEMA (Usaha Kompos Sejahtera Bersama). Sejak 2023, kelompok ini aktif mengolah limbah pertanian menjadi pupuk kompos dan parfum jerami, sekaligus menggalakkan edukasi lingkungan bagi pelajar dan warga sekitar.

Setiap tahunnya, program ini berhasil mengolah sekitar 42 ton limbah jerami serta 6 ton kotoran ternak. Selain berdampak positif pada ekosistem, kegiatan ini memberikan tambahan penghasilan bagi para anggotanya berkisar Rp300.000 hingga Rp700.000 per bulan.

"Melalui Program Cadiak Pandai, kami belajar bahwa limbah yang sebelumnya tidak dimanfaatkan ternyata bisa diolah menjadi sesuatu yang bernilai. Kami juga mendapat kesempatan untuk mengembangkan keterampilan dan usaha bersama, sehingga kegiatan ini tidak hanya membantu menjaga lingkungan, tetapi juga memberikan tambahan penghasilan bagi anggota UKASEMA," kata Siti Aniar, Local Hero Program Cadiak Pandai.

Kata Pemerintah Setempat

Pertamina Sulap Limbah Jadi Cuan dan Listrik Gratis di Sumbar
Pertamina Sulap Limbah Jadi Cuan dan Listrik Gratis di Sumbar

Inisiatif ini pun mendapat apresiasi dari pemerintah setempat. Wali Nagari Padang Toboh Ulakan, Mulyadi, menilai pendampingan yang konsisten dari perusahaan terbukti mampu membuka peluang baru bagi kesejahteraan warga.

"Bagi kami, Program Cadiak Pandai menunjukkan bahwa pengelolaan lingkungan dapat berjalan beriringan dengan pemberdayaan dan peningkatan ekonomi masyarakat. Kami mengapresiasi kolaborasi yang telah terbangun dan berharap program ini dapat terus berkembang serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat di nagari," ungkap Mulyadi.

Sementara itu di Kota Padang, fokus pendampingan diarahkan pada kawasan wisata Air Terjun Lubuk Hitam lewat Program ONDE MANDE (Optimalisasi Hutan Produktif Air Terjun Lubuk Hitam Berbasis Water Resources Management & Development). Inisiatif ini memadukan tata kelola sumber daya air, pemanfaatan energi terbarukan, serta pengembangan ekonomi warga melalui budidaya madu galo-galo dan ekowisata.

Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) menjadi salah satu terobosan penting dalam program ini. Fasilitas energi bersih tersebut dimanfaatkan untuk menerangi akses jalan menuju Air Terjun Tiga Tingkat Lubuk Hitam, sehingga meningkatkan kenyamanan serta keamanan para wisatawan dan warga setempat.

"Ke depan, Pertamina Patra Niaga akan terus memperkuat kolaborasi bersama masyarakat agar setiap inisiatif yang dibangun dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan, tidak hanya bagi lingkungan saat ini, tetapi juga bagi generasi mendatang," tutup Kitty.

Rekomendasi