PTFI Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Gotong Royong di Gresik, Wujudkan Lingkungan Bersih

PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat kepedulian lingkungan melalui aksi gotong royong bersama warga Dusun Banyutami, Gresik. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
PTFI Dorong Kepedulian Lingkungan Lewat Gotong Royong di Gresik, Wujudkan Lingkungan Bersih
PT Freeport Indonesia (PTFI) memperkuat kepedulian lingkungan melalui aksi gotong royong bersama warga Dusun Banyutami, Gresik. Inisiatif ini bertujuan menciptakan lingkungan bersih dan berkelanjutan. (AntaraNews)

PT Freeport Indonesia (PTFI) menunjukkan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan dengan menggelar kegiatan gotong royong di Dusun Banyutami, Desa Banyuwangi, Kecamatan Manyar, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Aksi ini berlangsung pada Minggu, 9 Agustus, melibatkan ratusan peserta dari berbagai pihak.

Kegiatan ini merupakan inisiatif perusahaan untuk mendorong kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar. Sebanyak 230 peserta, terdiri dari karyawan PTFI, warga desa, dan perangkat Pemerintah Desa Banyuwangi, turut serta dalam upaya kolektif ini.

VP External Affairs Smelter PTFI, Erika Silva, menyatakan bahwa melalui semangat gotong royong, PTFI ingin memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan yang bersih dan nyaman.

Aksi Nyata untuk Lingkungan Bersih

Erika Silva menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong ini menjadi bagian integral dari upaya perusahaan dalam memperkuat kolaborasi dengan masyarakat. Tujuannya adalah menciptakan lingkungan yang lebih bersih, tertata, hijau, dan nyaman bagi seluruh warga.

"Melalui semangat gotong royong, kami ingin menghadirkan aksi nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat kepedulian terhadap lingkungan," ujar Erika Silva di Gresik.

Aksi nyata yang dilakukan meliputi berbagai kegiatan yang berfokus pada pembersihan dan perbaikan fasilitas umum. Peserta terlihat antusias dalam membersihkan lingkungan sekitar serta bibir sungai yang melintasi dusun.

Selain itu, fasilitas umum seperti bangunan dan area publik juga mendapatkan sentuhan pengecatan dan perbaikan. Pemasangan papan edukasi kebersihan turut dilakukan untuk meningkatkan kesadaran warga, serta penataan lingkungan dengan atribut kemerdekaan.

Kolaborasi dan Keberlanjutan Lingkungan

Upaya PTFI ini sejalan dengan semangat "One Freeport untuk Indonesia" dan nilai SINCERE yang menjadi landasan perusahaan. Nilai-nilai ini menekankan pada penguatan kepedulian lingkungan serta kontribusi nyata bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional.

Erika Silva menambahkan bahwa kegiatan ini tidak hanya berfokus pada aspek pembersihan semata. Lebih dari itu, PTFI berupaya mendorong penerapan praktik pengelolaan lingkungan yang lebih berkelanjutan di tengah masyarakat.

Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan pemasangan umbul-umbul, Bendera Merah Putih, dan signage lingkungan. Hal ini menambah semarak suasana kemerdekaan di Dusun Banyutami.

PTFI, bersama pemerintah desa dan masyarakat, juga melakukan inisiatif penghijauan. Mereka memanfaatkan kompos hasil pengolahan sampah organik dari Tempat Pengolahan Sampah dengan prinsip Reduce (mengurangi), Reuse (menggunakan kembali), dan Recycle (mendaur ulang) (TPS 3R) binaan PTFI. Pot tanaman yang digunakan pun berbahan daur ulang, menunjukkan komitmen terhadap praktik ramah lingkungan.

Peran Masyarakat dan Pemerintah Desa

Keterlibatan masyarakat dalam kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kebiasaan menjaga kebersihan lingkungan secara berkelanjutan, bukan hanya berhenti pada aksi gotong royong.

"Yang terpenting adalah bagaimana kepedulian terhadap lingkungan ini menjadi bagian dari kebiasaan bersama, sehingga lingkungan yang bersih dan nyaman dapat terus dijaga oleh masyarakat," tegas Erika Silva.

Sekretaris Desa Banyuwangi, Muhammad Sobirin, menjelaskan bahwa kegiatan gotong royong ini dipusatkan di pintu masuk Dusun Banyutami. Lokasi ini dipilih karena dianggap sebagai wajah utama bagi masyarakat setempat.

Terlebih, terdapat sungai di pintu masuk desa yang bibir sungainya berpotensi dimanfaatkan sebagai lokasi penghijauan, khususnya untuk tanaman buah-buahan. "Ini adalah gerbangnya, wajah dari Dusun Banyutami, kemudian kita juga fokuskan ke sungai," kata Sobirin. Hasil dari penghijauan ini diharapkan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi