Negara Termiskin di Dunia, Hanya Bisa Bertani untuk Makan Sehari-Hari

Laporan Global Finance Magazine mencatat negara ini sebagai negara paling miskin di dunia.

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Negara Termiskin di Dunia, Hanya Bisa Bertani untuk Makan Sehari-Hari
Negara Termiskin di Dunia, Hanya Bisa Bertani untuk Makan Sehari-Hari (Merdeka.com)

Laporan Global Finance Magazine mencatat negara ini sebagai negara paling miskin di dunia.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Burundi tangah viral di platform sosial media TikTok. Ironisnya, kepopuleran negara yang terletak di Afrika Tengah ini justru karena kemiskinannya.

Bahkan, Global Finance Magazine menempatkan Burundi pada peringkat pertama sebagai negara paling miskin di dunia.

Mengutip data World Economy pada tahun 2022 gross domestic product (GDP) atau produk domestik bruto (PDB) Burundi, sebesar USD16,29 atau setara dengan Rp251.957.

Menurut Global Finance Magazine, sekitar 90 persen dari hampir 12 juta penduduknya bergantung pada pertanian subsisten.

Menurut Global Finance Magazine, sekitar 90 persen dari hampir 12 juta penduduknya bergantung pada pertanian subsisten.
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pertanian subsisten adalah pertanian swasembada di mana petani fokus pada usaha membudidayakan bahan pangan dalam jumlah yang cukup untuk mereka sendiri dan keluarga.

Namun kurangnya perhatian pemerintah menyebabkan Burundi dilanda persoalan kelangkaan pangan.

Dalam laporan Global Finance Magazine, disebutkan bahwa tingkat kerawanan pangan di Burundi, hampir dua kali lebih tinggi dari rata-rata negara sub-sahara Afrika.

"Akses ke air dan sanitasi masih sangat rendah, dan kurang dari 5 persen penduduk memiliki listrik," tulis laporan tersebut.

Merdeka.com

Hal ini diperparah oleh banyaknya kasus korupsi di lingkungan pemerintah yang menyebabkan tertinggalnya pembangunan infrastruktur di Burundi. Tak heran jika kemiskinan di Burundi akan sulit diatasi meski perang saudara antara etnis Hutu-Tutsi berakhir.

Merdeka.com

"Meski perang saudara secara resmi berakhir, kemiskinan ekstrem di Burundi tak terpecahkan disebabkan kurangnya infrastruktur, korupsi endemik, dan masalah keamanan," tulis laporan tersebut.

Merdeka.com

Rekomendasi