FOTO: Kenaikan Harga Kedelai Akibat Rupiah Melemah Memberatkan Para Pengusaha Tempe dan Tahu

Kenaikan harga kedelai impor sebagai dampak dari pelemahan nilai tukar rupiah kembali memberatkan para pelaku usaha tempe dan tahu.

Arny Christika Putri
Oleh Arny Christika Putri - Reporter
FOTO: Kenaikan Harga Kedelai Akibat Rupiah Melemah Memberatkan Para Pengusaha Tempe dan Tahu
FOTO: Kenaikan Harga Kedelai Akibat Rupiah Melemah Memberatkan Para Pengusaha Tempe dan Tahu (Merdeka.com)

Harga kedelai impor kembali mengalami kenaikan dan berdampak pada pelemahan nilai tukar rupiah. Kondisi ini tentunya sangat memberatkan para pelaku usaha tempe dan tahu.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Badan Pusat Statistik (BPS) telah mencatat, impor kedelai Indonesia sepanjang tahun 2022 mencapai 2,32 juta ton atau nilainya setara dengan USD 1,63 miliar.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Diketahui rata-rata impor kedelai Indonesia per tahunnya mencapai 2 juta-2,5 juta ton.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Akibat dampak ini, sejumlah produsen menaikkan harga jualnya, memperkecil ukuran tahu dan tempe, hingga mengurangi produksi.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Angka 2 juta hingga 2,5 juta ton jadi jumlah rata-rata impor kedelai Indonesia setiap tahunnya.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Dari jumlah keseluruhan volume impor tersebut, sekitar 70 persen dialokasikan untuk produksi tempe, sedangkan untuk yang 25 persennya untuk membuat tahu, dan sisanya untuk produksi lain.

Dok. Istimewa
Dok. Istimewa

Pekerja memperlihatkan kedelai impor pesanan pembeli di toko kedelai di Pesanggrahan, Jakarta Selatan, Kamis (23/11/2023).

Rekomendasi