Tersendatnya sistem tersebut karena masih ada 2 kementerian yang belum terkoneksi dengan OSS.
Advertisement
Menteri Investasi Bahlil Lahadalia mengakui sistem Online Single Submission (OSS) masih belum maksimal.
OSS atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik merupakan Perizinan Berusaha yang diterbitkan oleh Lembaga OSS untuk dan atas nama menteri, pimpinan lembaga, gubernur, atau bupati/wali kota kepada Pelaku Usaha melalui sistem elektronik yang terintegrasi.
"OSS sudah jalan, tapi memang belum maksimal, masih ada yang harus diselesaikan," kata Bahlil dalam acara Anugrah Layanan Investasi (ALI) 2023, Rabu (8/11).
Bahlil mengungkapkan tersendatnya sistem tersebut karena masih ada 2 kementerian yang belum terkoneksi dengan OSS.
Advertisement
Mereka adalah Kementerian Agraria dan Tata Ruang Badan Pertahanan Nasional (ATR/BPN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Ini domainnya ada di ATR/BPN dan Kemendagri yang harusnya sistem terkoneksi dengan kita," kata Bahlil.
Meski begitu, Bahlil enggan menyalahkan dua kementerian tersebut. Dia malah bilang kendala kementerian tersebut belum terkoneksi karena salah dirinya.
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Alasannya, tambahan anggaran yang diajukan Bahlil sebesar Rp800 miliar ditolak oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Advertisement
Sehingga sistem OSS masih mengalami kendala.
merdeka.com
"Kami ajukan adanya tambahan anggaran Rp800 miliar untuk membangun OSS, namun karena tak ada tambahan anggaran maka OSS tidak bisa kami sempurnakan,"
Advertisement
ujar Bahlil dalam Rapat Kerja Komisi VI DPR RI, beberapa waktu lalu.