Menteri PPN Puji Produk UMKM Kepri Berdaya Jual Tinggi dan Potensi Ekonomi Oranye

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy kagum dengan produk UMKM Kepri yang memiliki nilai jual tinggi, didukung potensi ekonomi kreatif dan maritim yang menjanjikan. Simak potensi besar Kepulauan Riau!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Menteri PPN Puji Produk UMKM Kepri Berdaya Jual Tinggi dan Potensi Ekonomi Oranye
Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy kagum dengan produk UMKM Kepri yang memiliki nilai jual tinggi, didukung potensi ekonomi kreatif dan maritim yang menjanjikan. Simak potensi besar Kepulauan Riau! (AntaraNews)

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Bappenas RI, Rachmat Pambudy, menyatakan kekagumannya terhadap produk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Provinsi Kepulauan Riau (Kepri). Ia menilai produk-produk tersebut memiliki nilai jual tinggi berkat kemasan yang menarik serta penataan yang rapi dan modern.

Kunjungan Rachmat Pambudy ke Kepri pada Kamis, 28 Mei, merupakan bagian dari upaya Kementerian PPN/Bappenas untuk melihat langsung pengembangan ekonomi kreatif, produk UMKM, serta potensi budaya dan pariwisata di daerah tersebut. Fokus utama kunjungan adalah di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kepri di Kota Tanjungpinang.

Selain mengapresiasi produk UMKM, Menteri PPN juga menyoroti besarnya peluang produk olahan hasil laut Kepri untuk dikembangkan menjadi produk unggulan nasional. Potensi budaya dan sejarah, khususnya di Pulau Penyengat, juga menjadi perhatian untuk dioptimalkan sebagai penggerak ekonomi lokal.

Keunggulan Produk UMKM Kepri dan Peran Dekranasda

Dalam kunjungannya, Rachmat Pambudy secara langsung menyaksikan beragam produk khas daerah yang dipamerkan di Gedung Dekranasda Kepri. Produk-produk tersebut meliputi makanan olahan gonggong, batik khas Melayu, anyaman tikar pandan, hingga kerajinan berbahan kulit gonggong. Ia bahkan sempat mengamati proses penenunan kain oleh para perajin lokal, menunjukkan kualitas dan keunikan produk Kepri.

Menteri PPN/Kepala Bappenas menilai pengelolaan produk UMKM di Dekranasda Kepri sudah terintegrasi dengan baik. Dekranasda berfungsi sebagai wadah pelayanan terpadu yang efektif bagi para pelaku usaha lokal. Integrasi ini menjadi kunci dalam meningkatkan daya saing dan nilai jual produk UMKM di pasar yang lebih luas.

Kemasan yang menarik dan penataan produk yang modern menjadi faktor penting yang membuat produk UMKM Kepri memiliki daya tarik tersendiri. Hal ini tidak hanya meningkatkan estetika tetapi juga memperkuat citra produk lokal. Inovasi dalam presentasi produk turut berkontribusi pada tingginya nilai jual yang diakui oleh Menteri PPN.

Potensi Maritim dan Ekonomi Oranye Kepri

Rachmat Pambudy secara khusus menyoroti potensi besar produk olahan hasil laut Kepri. Ia merekomendasikan produk olahan ikan untuk menunjang kebutuhan jamaah haji, serta produk suplemen berbahan dasar laut seperti minyak gamat. Pengembangan industri berbasis sumber daya laut ini berpotensi menjadi sumber penghasilan baru yang signifikan bagi Kepri.

Setelah mengunjungi Gedung Dekranasda, Menteri PPN didampingi Gubernur Kepri Ansar Ahmad melanjutkan kunjungan ke Pulau Penyengat. Di sana, mereka meninjau sejumlah situs budaya dan sejarah, termasuk masjid bersejarah, makam tokoh Melayu, dan balai adat. Kunjungan ini menegaskan bahwa Kepri memiliki kekuatan besar di sektor budaya dan ekonomi kreatif yang masih dapat dikembangkan lebih optimal.

Menteri PPN/Kepala Bappenas menyatakan bahwa “ekonomi oranye Kepri, termasuk Pulau Penyengat, cukup bagus.” Ia menambahkan bahwa jika dikelola dengan baik, Kepri bisa menjadi contoh bagi daerah lain dalam pengembangan ekonomi kreatif. Ini menunjukkan optimisme terhadap potensi ekonomi berbasis budaya dan kreativitas di wilayah tersebut.

Optimalisasi Potensi Wisata dan Budaya

Meskipun memiliki aset sejarah dan budaya yang kuat, Rachmat Pambudy menggarisbawahi bahwa potensi besar Pulau Penyengat belum sepenuhnya berdampak terhadap penguatan ekonomi wisata kawasan. Hal ini menunjukkan adanya ruang untuk peningkatan dan pengembangan lebih lanjut. Upaya optimalisasi diperlukan agar kekayaan budaya dapat memberikan manfaat ekonomi yang maksimal bagi masyarakat lokal.

Meski demikian, Rachmat Pambudy mengapresiasi berbagai upaya penataan kawasan budaya Pulau Penyengat yang terus dilakukan dalam beberapa tahun terakhir. Ia melihat adanya banyak kemajuan yang telah dicapai dalam melestarikan dan mengembangkan situs-situs bersejarah tersebut.

Untuk meningkatkan dampak ekonomi, Menteri PPN/Kepala Bappenas menyarankan agar dicari ruang-ruang yang masih bisa ditingkatkan. Ia menekankan pentingnya memperbesar upaya pemasaran, terutama karena Pulau Penyengat sudah memiliki storytelling dan paket wisata yang menarik. Peningkatan strategi marketing akan membantu menarik lebih banyak wisatawan dan investor ke Kepri.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi