Pemerintah Kota Padang, Sumatera Barat, mencatatkan peningkatan signifikan pada pendapatan asli daerah (PAD) dari sektor kuliner. Sejak mendeklarasikan diri sebagai kota gastronomi, PAD dari pajak barang dan jasa tertentu (PBJT) khusus kuliner telah melampaui angka Rp5 miliar. Kenaikan ini menunjukkan potensi besar kuliner Minang sebagai penggerak ekonomi daerah.
Pelaksana tugas Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Padang, Fuji Astomi, mengungkapkan bahwa PAD sektor PBJT makanan dan minuman kini mencapai Rp5.649.147.097. Angka ini jauh melampaui pendapatan sebelumnya yang berkisar di angka Rp4 miliar. Peningkatan drastis ini terjadi terutama pada akhir tahun 2025.
Lonjakan pendapatan ini juga sangat terasa saat libur Lebaran 1447 Hijriah, di mana banyak perantau pulang kampung. Mereka turut menikmati kekayaan kuliner Minang yang menjadi daya tarik utama, sehingga berkontribusi pada peningkatan pendapatan daerah. Deklarasi sebagai kota gastronomi pada Agustus 2025 menjadi pemicu utama pertumbuhan ini.
Advertisement
Advertisement
Kota Gastronomi dan Lonjakan Pendapatan Kuliner Padang
Deklarasi Kota Padang sebagai kota gastronomi pada Agustus 2025 telah membawa dampak positif yang nyata terhadap Pendapatan Kuliner Padang. Konsep gastronomi sendiri adalah ilmu atau seni yang mempelajari hubungan antara makanan, budaya, dan seni memasak. Ini mencakup teknik memasak, cita rasa, penyajian, serta peran makanan dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.
Peningkatan PAD dari sektor PBJT makanan dan minuman yang mencapai Rp5.649.147.097 menjadi bukti konkret keberhasilan inisiatif ini. Sebelumnya, pendapatan dari sektor kuliner hanya berada di kisaran Rp4 miliar. Angka terbaru ini menunjukkan pertumbuhan lebih dari Rp1 miliar dalam waktu singkat.
Fuji Astomi menyoroti bahwa puncak peningkatan terjadi pada akhir tahun 2025 dan berlanjut saat libur Lebaran 1447 Hijriah. Momen liburan tersebut menjadi magnet bagi para perantau untuk kembali ke kampung halaman. Kedatangan mereka secara langsung meningkatkan konsumsi kuliner lokal, yang pada gilirannya mengerek Pendapatan Kuliner Padang secara signifikan.
Advertisement
Advertisement
Kontribusi Sektor Lain dan Total PAD Kota Padang
Selain sektor kuliner yang menjadi primadona, Kota Padang juga mencatatkan pendapatan yang substansial dari berbagai sektor lain. Sektor jasa perhotelan berhasil menyumbang PAD sebesar Rp3,4 miliar. Angka ini menunjukkan geliat pariwisata dan akomodasi di ibu kota Sumatera Barat tersebut.
Sektor jasa parkir juga memberikan kontribusi sebesar Rp129 juta, sementara jasa kesenian dan hiburan menyumbang Rp654 juta. Pendapatan dari retribusi juga tidak kalah penting, dengan total mencapai Rp255 juta. Ini menunjukkan diversifikasi sumber pendapatan daerah yang sehat.
Secara lebih rinci, retribusi pada Dinas Perhubungan menjadi penyumbang terbesar dalam kategori retribusi dengan andil Rp218 juta dan Rp37 juta dari retribusi Dinas Pariwisata. Hingga akhir libur Lebaran, total PAD yang terkumpul dari seluruh sektor ini mencapai Rp10.148.090.495. Angka ini menegaskan pertumbuhan ekonomi yang positif di Kota Padang.
Advertisement
Sumber: AntaraNews