Momentum Lebaran Ketupat Gorontalo 2026: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Lestarikan Budaya

Perayaan Lebaran Ketupat Gorontalo 2026 tetap semarak meski tanpa pacuan kuda dan karapan sapi. Pemerintah berkomitmen melestarikan budaya, didukung antusiasme masyarakat.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Momentum Lebaran Ketupat Gorontalo 2026: Pemerintah dan Masyarakat Bersatu Lestarikan Budaya
Perayaan Lebaran Ketupat Gorontalo 2026 tetap semarak meski tanpa pacuan kuda dan karapan sapi. Pemerintah berkomitmen melestarikan budaya, didukung antusiasme masyarakat. (AntaraNews)

Perayaan tradisi Lebaran Ketupat di Gorontalo yang jatuh setiap 7 Syawal atau sepekan setelah Idul Fitri, kembali menjadi sorotan sebagai momentum pelestarian budaya daerah. Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk menjaga semangat tradisi ini.

Meskipun perayaan tahun ini berbeda dari sebelumnya karena tidak digelarnya kegiatan pacuan kuda dan karapan sapi Yosonegoro, pemerintah daerah tetap berupaya menghadirkan perayaan yang semarak. Langkah-langkah strategis terus dilakukan untuk memastikan tradisi turun-temurun ini tetap terjaga.

Pemerintah daerah berjanji akan menyelenggarakan berbagai kegiatan yang dapat dinikmati masyarakat, seperti kuliner ketupat, pertunjukan seni tradisional, dan lomba-lomba rakyat. Hal ini bertujuan untuk menjaga nilai kebersamaan dan memperkuat tradisi lokal yang telah diwariskan.

Komitmen Pemerintah dalam Pelestarian Budaya

Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan komitmen kuat dalam melestarikan tradisi Lebaran Ketupat sebagai bagian integral dari budaya daerah. Sultan Kalupe menyatakan bahwa pemerintah daerah terus mengambil langkah-langkah strategis agar semangat perayaan setiap 7 Syawal tetap terjaga.

Meski dihadapkan pada situasi efisiensi anggaran, perayaan Lebaran Ketupat tahun ini dipastikan tetap berlangsung semarak. Pemerintah daerah akan menggelar serangkaian kegiatan yang bisa dinikmati masyarakat secara luas.

Kegiatan-kegiatan tersebut meliputi kuliner ketupat, pertunjukan seni tradisional, serta lomba-lomba rakyat yang akan tersebar di beberapa lokasi. Upaya ini dilakukan untuk memastikan nilai kebersamaan dan penguatan tradisi lokal tetap hidup di tengah masyarakat Gorontalo.

Antusiasme Masyarakat dan Semangat Kebersamaan

Sultan Kalupe juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dalam menyukseskan perayaan Lebaran Ketupat. Ia mengajak seluruh warga untuk berpartisipasi, baik sebagai peserta maupun pengunjung, dalam berbagai kegiatan yang telah disiapkan.

Menurutnya, Lebaran Ketupat bukan sekadar agenda rutin, melainkan tentang kebersamaan yang mendalam. Pemerintah daerah mendorong seluruh masyarakat untuk ikut ambil bagian dalam merayakan tradisi ini dengan penuh semangat.

Di sisi lain, sejumlah warga Yosonegoro mengaku tetap antusias menyambut Lebaran Ketupat, meskipun tanpa pacuan kuda dan karapan sapi. Mereka berharap kegiatan alternatif yang disiapkan pemerintah dapat memberikan hiburan sekaligus menjaga nilai budaya daerah.

Koordinasi Lintas Instansi dan Prospek Masa Depan

Pemerintah daerah memastikan bahwa koordinasi lintas instansi terus dilakukan untuk menjamin seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan aman. Tujuan utamanya adalah menarik partisipasi luas dari masyarakat.

Evaluasi menyeluruh juga akan dilaksanakan untuk mempertimbangkan penyelenggaraan kembali pacuan kuda dan karapan sapi pada waktu atau tahun mendatang. Hal ini akan disesuaikan dengan ketersediaan anggaran yang ada.

Dengan berbagai upaya yang dilakukan, perayaan Lebaran Ketupat 2026 di Gorontalo diharapkan tetap menjadi momentum kebersamaan dan pelestarian budaya. Meskipun tanpa dua agenda utama yang biasanya menjadi daya tarik, semangat tradisi ini akan terus menyala.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi