Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Banten mengambil langkah proaktif dalam menyambut arus mudik Idul Fitri 2026. Mereka menyiagakan tiga tim teknis khusus untuk melakukan perbaikan dan pemeliharaan Penerangan Jalan Umum (PJU) secara intensif.
Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh infrastruktur penerangan jalan berfungsi optimal di sepanjang jalur wisata dan jalur mudik yang menjadi kewenangan provinsi. Ini penting demi keamanan dan kenyamanan para pemudik serta wisatawan yang melintasi wilayah Banten.
Kepala Dishub Provinsi Banten, Tri Nurtopo, menjelaskan bahwa tim ini akan beroperasi secara intensif di area Banten Utara, Banten Selatan, serta Tangerang. Fokus utamanya adalah area yang menjadi kewenangan provinsi, sementara jalur mudik utama jalan nasional tetap dikoordinasikan dengan pusat.
Advertisement
Advertisement
Optimalisasi Penerangan Jalan Umum untuk Keamanan Pemudik
Tiga tim teknis Dishub Banten telah disiagakan untuk mencakup wilayah Banten Utara, Banten Selatan, serta area Tangerang. Mereka siap bergerak setiap hari guna memperbaiki dan memelihara PJU yang vital bagi keselamatan berkendara di malam hari.
"Kami menyiagakan tiga tim yang siap bergerak setiap hari. Fokusnya adalah jalur wisata yang menjadi kewenangan provinsi," ujar Tri Nurtopo. Ia menambahkan, untuk jalur mudik utama yang merupakan jalan nasional, koordinasi intensif tetap dilakukan dengan pihak pusat guna menjamin kelancaran arus lalu lintas.
Hingga saat ini, Dishub Banten mencatat telah melakukan penggantian terhadap hampir 200 unit lampu jalan. Salah satu titik yang baru saja diselesaikan adalah ruas Jalan Yasin Beji di Cilegon, dan pekerjaan akan dilanjutkan ke kawasan jalan industri untuk memastikan penerangan yang memadai.
Advertisement
Tri menyebutkan, dari total sekitar 5.000 titik PJU milik provinsi, terdapat sekitar 10 persen atau 500 unit yang sudah memasuki masa pakai habis (*lifetime*). "Lampu-lampu yang sudah menguning itu tanda *lifetime*-nya habis dan harus diganti," jelasnya, memperkirakan 300 hingga 400 titik memerlukan perhatian segera demi keselamatan pengguna jalan di malam hari.
Advertisement
Pengawasan Tarif Angkutan Lebaran dan Pelayanan Masyarakat
Selain fokus pada infrastruktur PJU, Dishub Banten juga memberikan perhatian serius pada aspek pengawasan tarif angkutan lebaran. Tri Nurtopo menegaskan komitmen pihaknya untuk menjaga transparansi dan keadilan tarif bagi masyarakat, sehingga tidak ada yang merasa dirugikan.
Sebanyak 166 personel Dishub disiagakan dan tersebar di berbagai posko lapangan serta terminal. Mereka memiliki tugas krusial untuk melayani masyarakat, termasuk menerima aduan terkait potensi pelanggaran tarif bus kelas ekonomi yang mungkin terjadi.
"Masyarakat yang merasa dirugikan terkait tarif bisa melapor ke petugas di terminal terdekat," kata Tri. Ia memastikan personel akan siaga 24 jam secara bergantian (*shift*) di lapangan untuk memastikan seluruh pelayanan angkutan lebaran berjalan sesuai aturan yang berlaku dan memberikan rasa aman bagi pemudik.
Advertisement
Sumber: AntaraNews