Antisipasi Kenaikan Harga: Bupati OKU Minta OPD Rutin Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Ramadhan

Bupati OKU Teddy Meilwansyah menginstruksikan seluruh OPD untuk rutin menggelar Gerakan Pangan Murah selama Ramadhan 1447 H. Langkah ini antisipasi lonjakan harga sembako yang sering terjadi.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Antisipasi Kenaikan Harga: Bupati OKU Minta OPD Rutin Gelar Gerakan Pangan Murah Selama Ramadhan
Bupati OKU Teddy Meilwansyah menginstruksikan seluruh OPD untuk rutin menggelar Gerakan Pangan Murah selama Ramadhan 1447 H. Langkah ini antisipasi lonjakan harga sembako yang sering terjadi. (AntaraNews)

Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, Teddy Meilwansyah, memberikan instruksi tegas kepada seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) di wilayahnya. Instruksi tersebut berkaitan dengan penyelenggaraan gerakan pangan murah secara berkala. Langkah ini diambil selama bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah.

Gerakan ini bertujuan sebagai upaya antisipasi strategis terhadap potensi lonjakan harga kebutuhan pokok atau sembako. Kenaikan harga sering terjadi menjelang dan selama Ramadhan hingga perayaan Hari Raya Idul Fitri 2026. Hal ini penting untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat.

Teddy Meilwansyah menekankan bahwa seluruh OPD jajaran Pemkab OKU harus turut serta aktif. Mereka diminta untuk berkoordinasi erat dengan Perum Bulog. Tujuannya adalah memastikan ketersediaan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau di seluruh desa.

Antisipasi Lonjakan Harga dan Kolaborasi Bulog

Pemerintah Kabupaten OKU mengambil langkah proaktif untuk menjaga daya beli masyarakat selama periode Ramadhan. Bupati Teddy Meilwansyah secara langsung meminta OPD untuk terlibat dalam gerakan pangan murah. Ini merupakan bentuk komitmen pemerintah daerah.

"Seluruh OPD jajaran Pemkab OKU harus turut andil menggelar gerakan pangan murah secara berkala selama bulan Ramadhan tahun ini," tegas Bupati OKU Teddy Meilwansyah di Baturaja, Sumsel, Minggu. Inisiatif ini diharapkan dapat menekan potensi inflasi.

Koordinasi dengan Perum Bulog menjadi kunci utama dalam pelaksanaan operasi pasar ini. Pihak Bulog telah menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi. Mereka akan rutin menggelar operasi pasar di seluruh desa.

"Pihak Bulog juga sudah menyatakan kesiapannya berkolaborasi dengan OPD untuk rutin menggelar operasi pasar di seluruh desa guna menyediakan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau," tambahnya. Hal ini memastikan pasokan dan harga tetap terkendali.

Pantauan Harga dan Stabilitas Kebutuhan Pokok

Meskipun ada kekhawatiran akan kenaikan harga, pantauan terbaru menunjukkan kondisi pasar yang relatif stabil. Menjelang Ramadhan tahun ini, sejumlah harga kebutuhan pokok di wilayah OKU masih terpantau stabil. Ini memberikan sedikit kelegaan bagi masyarakat.

Berdasarkan hasil inspeksi mendadak (sidak) di pasar tradisional Baturaja pada Jumat (13/2/2026), harga kebutuhan pokok tidak melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) pemerintah. Stabilitas ini diharapkan dapat dipertahankan.

Di Pasar Atas Baturaja, beberapa komoditas penting menunjukkan harga yang stabil. Minyak goreng curah berada di kisaran Rp17.000 per liter, sementara merek Bimoli Rp19.000/liter. Beras premium Rp15.000/kg dan beras medium Rp13.500/kg. Gula pasir Rp18.000/kg dan tepung terigu Rp13.000/kg. Daging sapi juga stabil di Rp140.000/kg.

Bumbu dapur seperti bawang merah (Rp45.000/kg), bawang putih (Rp35.000/kg), cabai merah keriting (Rp70.000/kg), dan telur ayam ras (Rp30.000/kg) juga menunjukkan stabilitas harga. Namun, ada pengecualian pada harga ayam potong. Harga ayam potong mengalami kenaikan dari Rp35.000/kg menjadi Rp45.000/kg. Kenaikan ini disebabkan oleh tingginya permintaan pasar.

Meskipun terjadi kenaikan pada ayam potong, daya beli masyarakat masih relatif stabil. Stok ayam potong di pasar juga dilaporkan berlimpah. "Meskipun harga naik, namun daya beli masyarakat masih relatif stabil. Begitupun stok ayam potong di pasar juga saat ini berlimpah," kata Susi, seorang pedagang ayam potong di Pasar Atas Baturaja. Situasi ini menunjukkan pasar masih dapat mengakomodasi kebutuhan konsumen.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi