Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman secara resmi melibatkan anggota Pramuka Saka Taruna Bumi dalam upaya masif mewujudkan swasembada pangan nasional. Keterlibatan ini bertujuan untuk meningkatkan produksi dan ketahanan pangan melalui edukasi serta aksi penanaman yang berkelanjutan.
Langkah strategis ini diyakini mampu mempercepat kemandirian pangan Indonesia, sekaligus membangun kesadaran masyarakat untuk menanam komoditas pertanian bernilai ekonomi tinggi. Penanaman dapat dilakukan di lingkungan rumah tangga maupun pekarangan sendiri.
Pelantikan Amran sebagai Majelis Pembimbing Saka (Mabisaka) Taruna Bumi di Jakarta pada Jumat, 13 Februari, menandai dimulainya sinergi ini. Gerakan Pramuka diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencapai target produksi pangan yang ambisius.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Mentan dan Pramuka untuk Ketahanan Pangan
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan keyakinannya bahwa gerakan bersama Pramuka memiliki potensi besar dalam mempercepat peningkatan produksi pangan. Ia menyatakan, "Kita sepakat majukan (pertanian, perkebunan dan hortikultura) Indonesia lewat Pramuka," usai dilantik sebagai Mabisaka Taruna Bumi.
Amran mencontohkan, jika 25 juta anggota Pramuka menanam minimal 10 bibit pohon setiap tahun pada peringatan Hari Pramuka, hasilnya akan mencapai 250 juta pohon. Konsistensi gerakan ini selama 10 tahun berpotensi "menggemparkan dunia" dengan dampak positifnya.
Inisiatif ini tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga pada pembangunan kesadaran masyarakat akan pentingnya menanam. Komoditas yang didorong mencakup tanaman perkebunan hingga hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi.
Advertisement
Advertisement
Komoditas Prioritas dan Dukungan Anggaran
Beberapa komoditas yang menjadi fokus utama dalam program ini adalah kelapa, mente, kakao, kopi, dan durian, yang memiliki permintaan pasar tinggi. Selain itu, penanaman cabai skala rumah tangga juga didorong untuk membantu pengendalian inflasi pangan di berbagai daerah.
Contoh keberhasilan penanaman cabai di tingkat rumah tangga terlihat di Gorontalo, di mana harga cabai tetap stabil karena masyarakat menanam sendiri. Kondisi ini mengurangi ketergantungan pada pasokan pasar dan menjaga stabilitas harga.
Kementerian Pertanian (Kementan) mendukung penuh program ini dengan menyiapkan anggaran sekitar Rp9,9 triliun untuk meningkatkan produktivitas perkebunan secara keseluruhan. Dukungan finansial ini bertujuan mempercepat produksi dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Advertisement
Program penanaman dan pengembangan perkebunan ditargetkan menjangkau 800 ribu hektare lahan, yang berpotensi menciptakan 1,6 juta lapangan kerja baru. Inisiatif ini juga membuka peluang hilirisasi komoditas bernilai tinggi bagi perekonomian nasional.
Advertisement
Peran Kwarnas Pramuka dan Regenerasi Petani
Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka, Budi Waseso, menyatakan pelantikan Menteri Pertanian sebagai Mabisaka Nasional Taruna Bumi merupakan langkah strategis. Hal ini bertujuan memperkuat dukungan terhadap program swasembada, ketahanan, dan kedaulatan pangan nasional.
Gerakan Pramuka berkomitmen penuh mendukung program pemerintah dengan menghidupkan kembali semangat swasembada pangan melalui gerakan nyata. Salah satunya adalah penanaman pohon serentak pada peringatan Hari Pramuka mendatang secara nasional.
Dalam waktu dekat, Pramuka juga akan menyelenggarakan Jambore Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) dan nelayan di Cibubur, menargetkan puluhan ribu peserta. Acara ini menjadi momentum penting untuk menyemangati generasi muda agar mendukung swasembada pangan secara bertahap.
Advertisement
Jambore Nasional pada 13 Agustus 2026 akan mengusung tema swasembada pangan nasional, sekaligus membangun citra baru petani milenial. Petani milenial diharapkan produktif, modern, serta mampu memanfaatkan teknologi pertanian secara optimal.
Budi Waseso menambahkan, setiap anggota Pramuka diwajibkan menanam minimal sepuluh pohon di rumah masing-masing. Pramuka juga akan berperan sebagai agen penyuluh pertanian di daerah, mempraktikkan produksi di lahan tidur, dan mendorong regenerasi petani.
Sumber: AntaraNews
Advertisement