Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sumatera Utara mengambil langkah proaktif dalam meningkatkan pemahaman finansial masyarakat di Kabupaten Humbang Hasundutan. Program penguatan literasi keuangan ini secara khusus menyasar para kepala sekolah di wilayah tersebut.
Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk mendorong transformasi ekonomi daerah melalui peningkatan literasi dan inklusi keuangan. Pelatihan ini diharapkan dapat membekali para kepala sekolah dengan pengetahuan finansial yang komprehensif.
Inisiatif ini dilaksanakan di Medan, pada hari Sabtu, 31 Januari 2026, dengan harapan besar bahwa para kepala sekolah akan menjadi agen perubahan. Mereka akan menyebarkan pemahaman keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab di lingkungan pendidikan.
Advertisement
Advertisement
Pentingnya Literasi Keuangan untuk Pembangunan Daerah
Asisten Direktur Divisi Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi dan Pelindungan Konsumen OJK Sumatera Utara, Reza Leonhard, menekankan pentingnya peningkatan literasi keuangan. Menurutnya, hal ini merupakan komponen vital dalam pembangunan daerah.
Literasi keuangan memberikan kontribusi positif terhadap berbagai indikator ekonomi. Indikator tersebut mencakup pertumbuhan ekonomi, penurunan tingkat kemiskinan, dan pengurangan ketimpangan pendapatan.
Selain itu, peningkatan pemahaman finansial juga berperan signifikan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara keseluruhan. OJK melihat literasi sebagai fondasi untuk kemajuan ekonomi lokal.
Advertisement
Data menunjukkan bahwa pada November 2025, Kabupaten Humbang Hasundutan memiliki 24.844 kredit yang disalurkan. Terdapat pula 8.783 rekening single investor identification (SID), menandakan kesadaran investasi yang meningkat.
Advertisement
Peran Kepala Sekolah sebagai Agen Literasi Finansial
Reza Leonhard berharap bahwa para kepala sekolah yang telah mengikuti program ini dapat berperan aktif. Mereka diharapkan menjadi agen literasi keuangan di lingkungan kerja dan satuan pendidikan masing-masing.
Dengan demikian, pemahaman mengenai keuangan yang aman, legal, dan bertanggung jawab dapat tersebar lebih luas. Hal ini krusial untuk menciptakan masyarakat yang lebih cerdas finansial.
Inisiatif ini secara langsung mendukung terwujudnya masyarakat Kabupaten Humbang Hasundutan yang sejahtera dan terlindungi. Edukasi yang diberikan diharapkan mampu membentengi dari risiko finansial.
Advertisement
Kepala sekolah memiliki posisi strategis untuk menanamkan nilai-nilai literasi keuangan sejak dini. Mereka bisa mempengaruhi siswa, guru, dan orang tua dalam mengelola keuangan.
Advertisement
Tantangan Digitalisasi dan Perlindungan Konsumen
Bupati Humbang Hasundutan, Oloan Paniaran Nababan, menyoroti urgensi penguatan edukasi pelindungan konsumen jasa keuangan. Ini menjadi sangat penting di tengah pesatnya digitalisasi sektor keuangan.
Perkembangan sektor jasa keuangan, khususnya layanan digital, menawarkan banyak kemudahan. Namun, di sisi lain, juga membawa tantangan baru yang harus diwaspadai.
Masyarakat perlu dibekali pengetahuan yang memadai agar mampu mengenali dan menghindari praktik keuangan merugikan. Contohnya adalah layanan ilegal dan investasi bodong yang marak terjadi.
Advertisement
Oloan menegaskan bahwa edukasi adalah kunci utama untuk menciptakan masyarakat yang cakap, waspada, dan bertanggung jawab. Ini berlaku dalam penggunaan layanan jasa keuangan.
Sumber: AntaraNews