Bulog Karawang Serap Gabah 2.500 Ton Per Hari Sepanjang Januari 2026, Jaga Stabilitas Harga Petani

Perum Bulog Karawang agresif serap gabah hingga 2.500 ton per hari sepanjang Januari 2026, memastikan harga petani tetap stabil di tengah cuaca ekstrem dan banjir yang melanda wilayah tersebut.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Bulog Karawang Serap Gabah 2.500 Ton Per Hari Sepanjang Januari 2026, Jaga Stabilitas Harga Petani
Perum Bulog Karawang agresif serap gabah hingga 2.500 ton per hari sepanjang Januari 2026, memastikan harga petani tetap stabil di tengah cuaca ekstrem dan banjir yang melanda wilayah tersebut. (AntaraNews)

Perum Bulog Kantor Cabang Karawang, Jawa Barat, mencatat penyerapan gabah kering panen (GKP) yang signifikan sepanjang Januari 2026. Penyerapan ini rata-rata mencapai 1.500 hingga 2.500 ton setiap harinya. Langkah ini diambil untuk mendukung petani di tengah kondisi cuaca ekstrem.

Kepala Perum Bulog Cabang Karawang, Umar Said, menjelaskan bahwa proses penyerapan gabah dilakukan langsung dari tangan petani. Intervensi ini bertujuan untuk menjaga stabilitas harga gabah di pasaran lokal. Total gabah yang diserap mencapai 14.041 ton selama bulan Januari.

Penyerapan gabah oleh Bulog Karawang ini menjadi krusial, terutama bagi sekitar 250 petani atau titik panen setiap harinya. Mereka terdampak banjir yang melanda wilayah Karawang, sehingga menghadapi tantangan dalam menjual hasil panennya dengan harga layak.

Strategi Bulog Karawang Hadapi Cuaca Ekstrem

Di tengah kondisi cuaca ekstrem yang melanda, Perum Bulog Karawang menegaskan komitmennya untuk menyerap gabah petani tanpa memandang kualitas awal. Kebijakan ini merupakan bentuk dukungan nyata agar petani tidak merugi akibat panen yang terdampak bencana alam. Bulog memastikan bahwa gabah petani tetap memiliki nilai jual.

"Semua kualitas gabah kami terima. Prinsipnya, gabah petani tidak boleh ditolak selama sudah memasuki masa panen dan bulir padinya sudah bersih terpisah dari kotoran atau jerami dan benda lain," kata Umar Said. Pernyataan ini menunjukkan fleksibilitas Bulog dalam proses penyerapan.

Sebanyak 80 persen dari total gabah yang diserap Bulog Karawang pada Januari 2026 berasal dari petani yang areal sawahnya terdampak banjir. Hal ini menunjukkan fokus Bulog dalam membantu petani yang paling membutuhkan. Intervensi ini sangat penting untuk keberlangsungan ekonomi petani.

Penyerapan Gabah Sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP)

Penyerapan gabah oleh Bulog Karawang dilakukan sesuai dengan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) yang ditetapkan sebesar Rp6.500 per kilogram. Kebijakan ini diterapkan meskipun harga gabah di pasar mengalami penurunan signifikan. HPP menjadi patokan untuk melindungi petani dari kerugian.

Umar Said mengakui bahwa banjir yang melanda areal sawah di Karawang telah berdampak pada penurunan harga gabah di pasaran. Harga gabah bahkan sempat mencapai kisaran Rp2.500 hingga Rp3.000 per kilogram, jauh di bawah HPP. Kondisi ini tentu sangat merugikan petani.

Tanpa intervensi pemerintah melalui Bulog, petani berpotensi besar mengalami kerugian finansial yang parah. Dalam situasi harga di bawah HPP, petani memiliki hak untuk menahan penjualan gabah mereka. Mereka juga dapat memilih untuk menjual langsung ke Bulog sesuai HPP yang berlaku, terlepas dari kondisi kualitas gabah.

Dampak Banjir Terhadap Sektor Pertanian Karawang

Banjir telah melanda sejumlah wilayah di Karawang selama dua pekan terakhir, menyebabkan kerugian besar bagi masyarakat dan sektor pertanian. Kondisi ini dipicu oleh meluapnya beberapa sungai besar seperti Citarum dan Cibeet. Intensitas hujan yang tinggi menjadi faktor utama penyebab bencana ini.

Selain merendam ribuan rumah warga dan sarana publik, banjir juga berdampak serius pada ribuan hektare areal persawahan. Area persawahan yang terendam tersebar di berbagai daerah sekitar Karawang. Kerusakan ini mengancam pasokan pangan dan mata pencarian petani.

Meluasnya genangan air di lahan pertanian tidak hanya menghambat proses panen. Namun juga menurunkan kualitas gabah yang dihasilkan. Situasi ini semakin memperparah kondisi petani yang sudah berjuang menghadapi fluktuasi harga. Bulog hadir sebagai solusi untuk meringankan beban mereka.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi