Gubernur Papua Mathius D Fakhiri menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi Papua menargetkan untuk mencetak sawah seluas 5.380 hektare hingga tahun 2026. Inisiatif ini merupakan upaya krusial dalam memperkuat ketahanan pangan dan mendukung swasembada pangan berbasis potensi lokal di wilayah tersebut.
Program cetak sawah ini merupakan bagian integral dari Program Strategis Nasional yang digulirkan oleh Pemerintah Pusat melalui Kementan. Langkah ini diharapkan dapat secara signifikan mengurangi ketergantungan Papua terhadap pasokan pangan dari luar daerah.
Sebelumnya, pada tahun 2025, telah berhasil direalisasikan pencetakan sawah seluas 640 hektare yang berlokasi di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi. Keberlanjutan program cetak sawah ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan sektor pertanian pangan di Papua.
Advertisement
Advertisement
Memperkuat Fondasi Ketahanan Pangan Lokal
Gubernur Mathius D Fakhiri menegaskan bahwa program cetak sawah ini bukan sekadar target angka, melainkan strategi fundamental untuk membangun kemandirian pangan di Papua. Dengan memanfaatkan lahan potensial, Papua berupaya memenuhi kebutuhan beras secara mandiri dan mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.
Inisiatif ini juga selaras dengan visi pemerintah daerah untuk menjadikan Papua sebagai lumbung pangan. Penguatan ketahanan pangan ini berpengaruh langsung terhadap kesejahteraan masyarakat, stabilitas ekonomi, serta kemandirian daerah.
Realisasi pencetakan sawah seluas 640 hektare di Distrik Bonggo, Kabupaten Sarmi pada tahun 2025 menjadi bukti konkret komitmen ini. Area tersebut menjadi percontohan awal bagi ekspansi pertanian pangan di masa mendatang.
Advertisement
Advertisement
Strategi dan Proyeksi Menuju Lumbung Pangan Papua
Untuk memastikan program cetak sawah berjalan optimal, Pemerintah Provinsi Papua akan melanjutkan pendampingan teknis, penyediaan sarana produksi pertanian, serta penguatan sistem pascapanen. Langkah-langkah ini penting untuk memaksimalkan hasil panen dan mendukung petani lokal.
Dengan keberlanjutan program cetak sawah dan dukungan penuh, Gubernur Fakhiri optimistis bahwa Papua akan mampu meningkatkan produksi beras secara signifikan dalam beberapa tahun ke depan. Proyeksi ini diharapkan terwujud, mengubah lanskap pangan regional dan nasional.
Lebih jauh, pada tahun 2027, Papua diproyeksikan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan internal, tetapi juga menjadi penyangga pangan. Ini berarti Papua akan memasok kebutuhan pangan bagi provinsi-provinsi lain di seluruh Tanah Papua.
Advertisement
Penguatan ketahanan pangan menjadi prioritas utama pemerintah daerah karena dampaknya langsung terasa pada kesejahteraan masyarakat. Selain itu, langkah ini juga berkontribusi pada stabilitas ekonomi dan kemandirian daerah secara keseluruhan.
Sumber: AntaraNews