Konsumsi avtur di Aviation Fuel Terminal (AFT) Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh, menunjukkan peningkatan signifikan pascabencana banjir. Data dari Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mencatat lonjakan konsumsi hingga 123 persen dibandingkan kondisi normal. Peningkatan ini terjadi seiring dengan intensitas penerbangan kemanusiaan yang menuju Aceh untuk menyalurkan bantuan.
Kenaikan drastis ini mencerminkan peran krusial jalur udara dalam upaya tanggap darurat bencana. Pesawat-pesawat yang membawa bantuan logistik, peralatan teknis, dan personel kemanusiaan membutuhkan suplai energi yang memadai. Oleh karena itu, ketersediaan dan pelayanan avtur menjadi sangat vital untuk kelancaran misi-misi tersebut.
Pertamina Patra Niaga memastikan bahwa seluruh kebutuhan avtur dapat terpenuhi, bahkan dengan penyesuaian operasional yang signifikan. Layanan diberikan tanpa henti untuk mendukung setiap misi kemanusiaan, baik penerbangan reguler maupun pesawat khusus bantuan, agar dapat berjalan tanpa hambatan suplai energi.
Advertisement
Advertisement
Lonjakan Konsumsi Avtur di AFT Sultan Iskandar Muda
Pertamina Patra Niaga Sumbagut melaporkan bahwa konsumsi avtur di AFT Sultan Iskandar Muda (SIM), Banda Aceh, mengalami lonjakan luar biasa pascabencana banjir. Peningkatan ini mencapai 123 persen dibandingkan dengan konsumsi normal sebelum bencana. Group Head Operation Pertamina Patra Niaga Sumbagut, Basuki Santoso, menyatakan, "Intensitas pelayanan avtur di AFT SIM mengalami lonjakan signifikan seiring peningkatan frekuensi humanitarian flight menuju Aceh."
Berdasarkan data internal, rata-rata konsumsi avtur harian di AFT Sultan Iskandar Muda meningkat dari 51,2 kiloliter (KL) per hari pada periode 1–25 November. Angka ini melonjak menjadi 114,4 KL per hari selama periode 26 November–12 Desember. Kenaikan ini secara langsung terkait dengan tingginya mobilitas pesawat yang terlibat dalam misi kemanusiaan dan penanganan dampak banjir.
Peningkatan konsumsi avtur Bandara Banda Aceh ini menunjukkan betapa pentingnya dukungan logistik energi dalam situasi darurat. Ketersediaan avtur yang memadai memungkinkan pesawat bantuan untuk beroperasi secara optimal, mempercepat distribusi bantuan dan evakuasi jika diperlukan.
Advertisement
Advertisement
Peningkatan Regional dan Peran Jalur Udara
Lonjakan konsumsi avtur tidak hanya terjadi di Banda Aceh, tetapi juga terlihat di tingkat regional Sumatera Bagian Utara dan sekitarnya. Total konsumsi harian seluruh AFT dalam wilayah operasi Pertamina Patra Niaga Sumatera Bagian Utara meningkat dari kisaran 852 KL per hari menjadi lebih dari 1.000 KL per hari. Angka ini menunjukkan peningkatan sekitar 118 persen dari kondisi normal.
Basuki Santoso menambahkan bahwa "Kenaikan ini juga terjadi merata di sejumlah bandara lain yang menjadi titik mobilisasi bantuan dan pergerakan personel bencana." Beberapa lokasi mencatat tren pertumbuhan yang signifikan, seperti Bandara Polonia di Medan yang menunjukkan lonjakan tertinggi akibat meningkatnya pergerakan pesawat bantuan. Bandara Pinangsori Sibolga dan Silangit juga mengalami kenaikan besar karena perannya sebagai jalur udara pendukung distribusi logistik ke wilayah Tapanuli dan pesisir barat.
Selain itu, Bandara Minangkabau di Padang serta SS Kasim II di Pekanbaru turut mencatat peningkatan konsumsi di atas rata-rata. Hal ini disebabkan oleh tingginya aktivitas penerbangan yang membawa peralatan teknis dan bantuan ke berbagai wilayah Sumatera. Kenaikan yang merata ini menegaskan pentingnya jalur udara dalam mempercepat penanganan bencana, menjadikan avtur sebagai energi yang sangat krusial pada fase tanggap darurat.
Advertisement
Advertisement
Kesiapan Operasional Pertamina Patra Niaga
Dalam menghadapi lonjakan permintaan, Pertamina Patra Niaga telah melakukan penyesuaian operasional secara signifikan. Dalam kondisi normal, AFT Sultan Iskandar Muda beroperasi dari pukul 05.00 hingga 19.00 WIB. Namun, selama masa tanggap darurat, seluruh personel disiagakan 24 jam penuh untuk menyesuaikan dinamika kedatangan pesawat bantuan.
Pelayanan avtur bahkan diberikan hingga melewati pukul 01.00 dini hari, menunjukkan komitmen Pertamina dalam mendukung misi kemanusiaan. Basuki Santoso menegaskan, "Seluruh maskapai, baik penerbangan reguler maupun pesawat misi kemanusiaan, tetap mendapatkan pelayanan avtur yang cepat, tepat, dan aman, sehingga setiap misi bantuan dapat berjalan tanpa hambatan suplai energi."
Kesiapan operasional ini menjadi kunci utama dalam memastikan kelancaran distribusi bantuan dan mobilitas personel di tengah situasi bencana. Dengan pelayanan avtur yang prima, Pertamina Patra Niaga berperan aktif dalam mendukung upaya pemulihan dan penanganan bencana di wilayah Sumatera.
Advertisement
Sumber: AntaraNews