PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (UIW P2B) telah berhasil melistriki sebanyak 413 sekolah di seluruh Tanah Papua. Inisiatif strategis ini diumumkan pada Kamis, 27 November, sebagai bagian dari komitmen PLN untuk mendukung percepatan Digitalisasi Pembelajaran Papua. Program ini bertujuan meningkatkan akses dan kualitas pendidikan di wilayah tersebut.
Elektrifikasi ini merupakan bagian integral dari Program Revitalisasi Sekolah dan Digitalisasi Pembelajaran yang digagas PLN. Sebanyak 342 sekolah kini mendapatkan pasokan listrik melalui pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) SuperSUN. Sementara itu, 71 sekolah lainnya terhubung melalui perluasan jaringan listrik konvensional yang dibangun oleh PLN.
General Manager PT PLN (Persero) UIW P2B, Diksi Erfani Umar, menyampaikan bahwa kehadiran listrik ini menjadi solusi vital. Banyak sekolah selama bertahun-tahun beroperasi dengan fasilitas yang sangat terbatas tanpa listrik. Oleh karena itu, langkah ini diharapkan membuka peluang baru bagi guru dan siswa untuk memanfaatkan teknologi digital dalam proses belajar mengajar.
Advertisement
Advertisement
Inovasi PLTS SuperSUN untuk Akses Listrik Merata
Pemanfaatan PLTS SuperSUN menjadi tulang punggung dalam program elektrifikasi ini. Teknologi ini merupakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya mikro yang dilengkapi dengan Battery Energy Storage System (BESS). Inovasi tersebut dirancang khusus untuk menjangkau daerah-daerah yang belum terhubung jaringan listrik konvensional.
Diksi Erfani Umar menjelaskan bahwa SuperSUN adalah karya anak bangsa. Teknologi ini menjadi penopang utama kegiatan belajar di daerah terpencil. Keberadaannya sangat vital untuk mendukung Digitalisasi Pembelajaran Papua.
Komitmen PLN dalam menghadirkan listrik sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto. Visi tersebut berfokus pada pemerataan energi dan peningkatan kualitas layanan dasar bagi masyarakat. Elektrifikasi sekolah merupakan langkah konkret mewujudkan visi tersebut di sektor pendidikan.
Advertisement
Sebelum adanya inisiatif ini, banyak sekolah di daerah terpencil Papua menghadapi tantangan besar. Keterbatasan akses listrik menghambat penggunaan perangkat digital dan internet. Oleh karena itu, kehadiran SuperSUN dan perluasan jaringan menjadi krusial untuk mendukung Digitalisasi Pembelajaran Papua.
Advertisement
Transformasi Pendidikan Melalui Digitalisasi Pembelajaran Papua
Kehadiran listrik bagi ratusan sekolah di Papua tidak hanya sekadar memberikan penerangan. Lebih dari itu, listrik membuka peluang baru bagi guru dan siswa dalam memanfaatkan perangkat digital. Ini secara langsung meningkatkan mutu Digitalisasi Pembelajaran Papua.
Realisasi elektrifikasi 413 sekolah menjadi bukti nyata upaya PLN mempercepat transformasi energi di sektor pendidikan. "Kami berharap pemanfaatan listrik dapat mengoptimalkan pembelajaran berbasis teknologi di kelas," ujar Diksi. Ini akan membawa dampak positif bagi kualitas Digitalisasi Pembelajaran Papua.
Selain itu, PLN tidak berhenti sampai di sini. Perusahaan juga akan terus mengakselerasi target elektrifikasi bagi 518 sekolah lainnya yang tersebar di berbagai kabupaten di Papua. Program ini akan dijalankan melalui inisiatif Listrik Desa.
Advertisement
Perluasan akses listrik bagi sekolah merupakan langkah penting untuk menunjang kualitas pendidikan. "Ini sekaligus mendorong pemerataan pembangunan di Tanah Papua," tambahnya. Dengan demikian, Digitalisasi Pembelajaran Papua dapat diimplementasikan secara lebih luas dan merata.
Sumber: AntaraNews