PT Elnusa Tbk, anak usaha PT Pertamina Hulu Energi yang tergabung dalam Subholding Upstream Pertamina, secara resmi meluncurkan program Siap Gerak Angkut Sampah (SiGAS). Peluncuran ini berlangsung di Desa Mundu, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, pada Kamis (30/10) sebagai bagian dari upaya pelestarian lingkungan.
Program Elnusa SiGAS ini dirancang untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis komunitas di tingkat desa. Inisiatif ini juga bertujuan untuk membuka peluang ekonomi sirkular yang signifikan bagi masyarakat setempat, mengubah limbah menjadi sesuatu yang bernilai.
Melalui SiGAS, Elnusa tidak hanya menyediakan fasilitas, tetapi juga membimbing masyarakat dalam mengolah limbah. Langkah ini diharapkan dapat menciptakan lapangan usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan warga Desa Mundu secara berkelanjutan.
Advertisement
Advertisement
Mendorong Ekonomi Sirkular Melalui Elnusa SiGAS
Corporate Secretary Elnusa, Rustam Aji, menjelaskan bahwa program Elnusa SiGAS memiliki potensi besar untuk meningkatkan ekonomi lokal. Ia menyebutkan bahwa dari 8.822 kepala keluarga di Desa Mundu, terdapat potensi pemanfaatan limbah hingga 30 persen untuk plastik dan 20 persen untuk sabut kelapa.
“Angka ini membuka peluang besar untuk menciptakan lapangan usaha baru dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” ujar Rustam Aji, menyoroti dampak positif program ini. Potensi ini menunjukkan bahwa sampah bukan lagi sekadar masalah, melainkan sumber daya yang belum termanfaatkan.
Sebagai bentuk dukungan konkret, Elnusa juga menyerahkan satu unit sepeda motor pengangkut sampah kepada pemerintah desa dalam kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mundu. Penyerahan ini merupakan bagian integral dari program Desa Energi Berdikari yang diinisiasi oleh Pertamina, memperkuat komitmen terhadap lingkungan dan ekonomi.
Advertisement
Advertisement
Mengubah Tantangan Sampah Menjadi Peluang Berharga
Kepala Desa Mundu, Akifudin, menyambut baik bantuan dan inisiatif dari Elnusa, mengingat desanya belum memiliki fasilitas kendaraan pengangkut sampah sebelumnya. Mayoritas warga Desa Mundu berprofesi sebagai petani dan perajin sapu, yang sebelumnya menghadapi masalah serius terkait pengelolaan limbah rumah tangga.
Keterbatasan sarana pengelolaan limbah kerap membuat sampah menumpuk, berdampak negatif pada kesehatan dan estetika lingkungan desa. Namun, dengan hadirnya program Elnusa SiGAS, pandangan terhadap sampah mulai berubah di tengah masyarakat.
“Elnusa tidak hanya menyediakan fasilitas pengangkut sampah, tetapi juga membimbing kami dalam mengolah limbah menjadi produk bernilai ekonomi,” kata Akifudin. Bimbingan ini memungkinkan warga mengubah limbah plastik dan sabut kelapa menjadi pot tanaman, sapu, hingga tas daur ulang, menciptakan produk yang memiliki nilai jual.
Advertisement
Advertisement
Visi Elnusa untuk Desa Mandiri dan Berkelanjutan
Melalui program Elnusa SiGAS, Elnusa mengajak masyarakat untuk melihat sampah sebagai sumber daya yang dapat dioptimalkan. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak berguna kini dapat memberikan manfaat ekonomi langsung bagi warga setempat, mendorong kemandirian.
Elnusa berharap, melalui implementasi SiGAS, masyarakat Desa Mundu dapat memulai perjalanan menuju desa yang lebih hijau, sehat, dan berdaya secara ekonomi. Inisiatif ini selaras dengan visi pembangunan berkelanjutan dan pemberdayaan masyarakat di seluruh Indonesia.
Program ini menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi antara perusahaan dan komunitas dapat menciptakan solusi inovatif untuk masalah lingkungan. Dengan dukungan fasilitas dan pembinaan, Desa Mundu kini memiliki harapan baru dalam mengelola sampahnya dan meningkatkan taraf hidup warganya.
Advertisement
Sumber: AntaraNews