Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli meminta masyarakat untuk menantikan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) BPS pada November 2025. Data tersebut akan menjadi validasi resmi terkait penyerapan tenaga kerja selama satu tahun kepemimpinan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka. Ini merupakan informasi krusial bagi evaluasi kinerja pemerintah dalam menciptakan lapangan kerja.
Pernyataan tersebut disampaikan Menaker Yassierli di Jakarta pada hari Selasa, menegaskan komitmen pemerintah terhadap transparansi data yang akurat. Ia menekankan bahwa proses penyerapan tenaga kerja adalah upaya kolektif yang kompleks. Upaya ini melibatkan Kementerian Ketenagakerjaan bersama kementerian strategis lainnya untuk mencapai tujuan nasional.
Kolaborasi antar kementerian ini bertujuan untuk menciptakan ekosistem kerja yang kondusif dan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini juga untuk memastikan setiap program pemerintah berdampak positif pada ketersediaan lapangan kerja. Data dari Sakernas akan memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi pasar kerja.
Advertisement
Advertisement
Salah satu indikator awal yang menunjukkan tren positif dalam penyerapan tenaga kerja berasal dari sektor investasi. Menaker Yassierli mengutip data dari Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM. Data ini memberikan gambaran awal yang menjanjikan mengenai kontribusi investasi terhadap lapangan kerja.
Berdasarkan laporan BKPM, total penanaman modal yang masuk mencapai Rp1.434 triliun sepanjang periode Januari hingga September 2025. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan sebesar 13,7 persen secara tahunan (year-on-year), melampaui target yang ditetapkan. Peningkatan investasi ini menjadi sinyal positif bagi pertumbuhan ekonomi dan kepercayaan investor.
Kenaikan investasi tersebut memiliki korelasi langsung dengan penciptaan lapangan kerja baru di Indonesia. "Dari Kementerian Investasi, di bulan September ada kenaikan investasi year-on-year (tahunan) sebesar 14 persen dengan penyerapan tenaga kerja hampir 2 juta orang," jelas Menaker Yassierli. Angka ini mencerminkan dampak nyata dari kebijakan investasi pemerintah dalam skala besar.
Advertisement
Data tersebut mengindikasikan bahwa sektor investasi berperan vital dalam mengurangi angka pengangguran dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pemerintah terus berupaya menarik lebih banyak investasi, baik dari dalam maupun luar negeri. Hal ini dilakukan demi keberlanjutan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja yang berkualitas.
Advertisement
Selain dari sektor investasi, Menaker Yassierli juga menyoroti potensi penyerapan tenaga kerja dari program-program prioritas pemerintah yang sedang berjalan. Program-program ini dirancang untuk memberikan dampak langsung pada masyarakat dan ekonomi lokal. Mereka diharapkan dapat menjadi katalisator bagi pertumbuhan lapangan kerja.
Dua program yang disebutkan adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih. Kedua inisiatif ini diharapkan dapat membuka peluang kerja baru di berbagai sektor. Mereka juga berpotensi menggerakkan roda ekonomi di tingkat akar rumput, khususnya di pedesaan.
Ketika disinggung mengenai angka Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) yang menjadi perhatian publik, Menaker Yassierli memilih untuk tidak memberikan tanggapan terperinci. Ia hanya menegaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan terus memantau situasi tersebut secara ketat dan berkelanjutan.
Advertisement
"(Soal) PHK, kami terus monitor," ujar Menaker Yassierli singkat, menunjukkan bahwa pemerintah tetap waspada terhadap dinamika pasar kerja. Pemantauan berkelanjutan ini penting untuk menjaga stabilitas dan kesejahteraan pekerja di tengah berbagai tantangan ekonomi.
Sumber: AntaraNews