Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) berhasil mencatatkan Realisasi Investasi Sumut yang signifikan pada triwulan III tahun 2025. Total investasi yang masuk ke daerah ini mencapai angka fantastis Rp42,36 triliun. Angka ini berasal dari 21.041 proyek investasi yang tersebar di berbagai sektor.
Data positif ini disampaikan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumut, Chandra Dalimunthe. Ia menjelaskan bahwa realisasi tersebut merupakan gabungan dari Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN). Pencapaian ini menunjukkan daya tarik ekonomi Sumut.
Pencapaian investasi ini menjadi indikator penting bagi pertumbuhan ekonomi regional, mengingat jumlah penduduk Sumut pada 2024 mencapai 15,58 juta jiwa. Tren positif ini diharapkan terus berlanjut, didukung oleh kebijakan pemerintah daerah yang pro-investasi.
Advertisement
Advertisement
Detail Realisasi Investasi PMA dan PMDN di Sumut
Chandra Dalimunthe merinci bahwa Realisasi Investasi Sumut pada triwulan III-2025 terbagi menjadi dua kategori utama. Untuk Penanaman Modal Asing (PMA), nilai investasi yang tercatat adalah Rp20,06 triliun. Investasi ini berasal dari 1.686 proyek yang dilakukan oleh investor asing.
Sementara itu, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) menunjukkan angka yang lebih tinggi, yakni Rp22,3 triliun. Jumlah proyek PMDN juga jauh lebih banyak, mencapai 19.355 proyek. Hal ini menunjukkan kontribusi signifikan dari investor domestik dalam menggerakkan perekonomian lokal.
Investor PMA di Sumut didominasi oleh sektor industri pengolahan, khususnya bidang kimia dan farmasi. Di sisi lain, investor PMDN lebih banyak bergerak di sektor industri makanan. Secara keseluruhan, realisasi investasi sepanjang tahun 2024 tercatat sebesar Rp48,27 triliun, mencerminkan kinerja investasi yang kuat.
Advertisement
Advertisement
Strategi Pemprov Sumut Menarik Investor dan Pengembangan Kawasan Industri
Untuk menjaga momentum positif ini, Pemprov Sumut terus mendorong percepatan proses perizinan bagi para investor. Chandra Dalimunthe menekankan pentingnya terobosan daerah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. "Kami juga minta kepada daerah harus berani lakukan terobosan guna mempercepat proses perizinan agar investor tertarik tanamkan modalnya di Sumatera Utara," ujarnya.
Percepatan layanan perizinan dianggap sebagai kunci utama untuk meningkatkan daya saing daerah dan mendorong pertumbuhan ekonomi di tingkat kabupaten/kota. Gubernur Sumut, Bobby Nasution, juga memiliki gagasan besar terkait pengembangan kawasan industri baru. Rencana pembangunan kawasan industri ini berlokasi di Desa Tanjung Kasau, Kecamatan Sei Suka, Kabupaten Batu Bara.
Kawasan Tanjung Kasau dinilai sangat strategis, terutama bagi investor di industri pengolahan, karena memiliki akses transportasi yang dekat dengan Pelabuhan Ekspor Kuala Tanjung. Pemprov Sumut telah menyiapkan lahan seluas 2.500 hektare untuk Kawasan Industri Sumut ini. "Kami berikan lahannya kepada siapa saja yang mau berinvestasi senilai Rp1 triliun, karena lahan itu milik pemprov," kata Chandra.
Advertisement
Pihak Pemprov memberikan keleluasaan penuh kepada investor, baik PMA maupun PMDN, untuk mengembangkan potensi di kawasan tersebut. Diharapkan pengembangan ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan dan menyerap tenaga kerja hingga 20 ribu orang. Langkah ini menjadi bukti komitmen Pemprov Sumut dalam memajukan daerah.
Sumber: AntaraNews