Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara resmi mengajak seluruh jamaah Hidayatullah untuk berperan aktif dalam menggerakkan sektor pertanian nasional. Ajakan ini disampaikan dalam upaya memperkuat barisan petani milenial Hidayatullah sebagai ujung tombak kebangkitan pertanian. Tujuannya adalah mewujudkan swasembada pangan berkelanjutan di seluruh wilayah Indonesia, sebuah cita-cita besar yang membutuhkan partisipasi dari berbagai elemen masyarakat.
Seruan penting ini disampaikan oleh Mentan Amran saat menghadiri Munas VI Hidayatullah 2025 yang berlangsung di Banda Neira, Maluku Tengah, pada hari Selasa. Dalam kesempatan tersebut, beliau menekankan bahwa gerakan ini diharapkan menjadi penggerak utama program pemerintah. Program tersebut berfokus pada pemberdayaan generasi muda dalam bidang pertanian, yang dinilai krusial untuk masa depan kedaulatan pangan nasional.
Mentan Amran juga menegaskan kembali komitmennya untuk menjadikan sektor pertanian sebagai poros utama kebangkitan ekonomi bangsa. Beliau melihat pertanian bukan hanya sebagai mata pencarian, tetapi juga sebagai jalan strategis menuju kedaulatan pangan yang kokoh. Ini adalah langkah fundamental untuk memastikan ketahanan pangan jangka panjang bagi seluruh rakyat Indonesia.
Advertisement
Advertisement
Peran Krusial Petani Milenial Hidayatullah dan Kedaulatan Pangan
Mentan Amran Sulaiman menyoroti potensi besar bangsa Indonesia untuk menjadi kekuatan dunia di bidang pangan. Menurutnya, dengan sumber daya alam yang melimpah, Indonesia memiliki modal kuat untuk mencapai kedaulatan pangan. Beliau secara khusus mengajak kader Hidayatullah untuk mengambil peran aktif dalam mewujudkan visi ini, terutama melalui gerakan petani milenial Hidayatullah.
Dalam pidatonya, Mentan Amran memberikan inspirasi pribadi, "Saya lahir dari keluarga miskin, tapi saya tidak mau mati dalam keadaan miskin. Saya ingin membuktikan bahwa anak petani pun bisa memimpin dan mengubah republik ini." Pesan ini ditujukan untuk memotivasi generasi muda agar tidak takut berkarya di sektor pertanian. Beliau percaya bahwa dengan semangat dan kerja keras, pertanian dapat menjadi jalan menuju kemakmuran.
Beliau juga menegaskan pentingnya moralitas dan kejujuran sebagai landasan dalam membangun bangsa yang kuat. Mentan Amran berpesan agar umat Islam, termasuk jamaah Hidayatullah, mampu menjadi penggerak dan pemberi solusi atas berbagai tantangan yang ada. "Kita ini orang hebat, harus mampu membangun kemandirian," tegasnya, menekankan pentingnya kemandirian dalam segala aspek kehidupan.
Advertisement
Mentan Amran memiliki keyakinan kuat bahwa partisipasi aktif Hidayatullah dapat membawa perubahan signifikan. "Kalau 1.000 kader Hidayatullah bergerak membangunkan lahan tidur, Indonesia akan menjadi super power pangan. Negara kita berdaulat, tidak boleh diganggu gugat. Demi bangsa, demi merah putih, jiwa raga saya berikan," ujarnya, menunjukkan dedikasinya yang tinggi.
Advertisement
Hilirisasi Komoditas dan Cetak Sawah Baru untuk Nilai Tambah
Selain menggerakkan petani milenial Hidayatullah, Mentan Amran juga mengajak jamaah Hidayatullah untuk berpartisipasi dalam program besar pemerintah. Program ini berfokus pada percepatan hilirisasi komoditas strategis perkebunan. Komoditas yang dimaksud meliputi tebu, kakao, kelapa, kopi, mete, dan lada/pala, yang memiliki potensi ekonomi tinggi jika diolah lebih lanjut.
Program hilirisasi ini menargetkan pengembangan lahan seluas 800 ribu hektare di seluruh Indonesia. Untuk mendukung inisiatif ini, Kementerian Pertanian telah menyiapkan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) sebesar Rp9,95 triliun. Anggaran ini akan digunakan untuk berbagai kegiatan, mulai dari peningkatan produksi hingga pengolahan pascapanen, guna meningkatkan nilai tambah produk pertanian.
Mentan Amran menjelaskan, "Kalau Bapak dipercaya dan kami diberi anggaran, kami akan berikan untuk umat. Ada tanah, bisa ditanam. Tahun depan kita mulai cetak sawah baru. Pemerintah saat ini fokus pada hilirisasi agar hasil pertanian punya nilai tambah besar." Pernyataan ini menunjukkan komitmen pemerintah untuk mengoptimalkan potensi lahan dan memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
Advertisement
Sebagai bentuk kepedulian terhadap kemanusiaan, Mentan Amran juga menyinggung misi Indonesia ke Palestina. "Kita sudah kirim 10.000 ton beras ke Palestina atas perintah Presiden tanggal 7 Juli 2025. Sekarang kita siapkan lahan di Indonesia untuk menyiapkan pangan bagi Palestina. Pasti bisa," tambahnya. Ini menunjukkan bahwa program pangan tidak hanya berorientasi domestik, tetapi juga memiliki dimensi kemanusiaan global.
Advertisement
Komitmen Hidayatullah dalam Mendukung Pertanian Modern
Menanggapi ajakan Mentan, Ketua Umum DPP Hidayatullah, Nashirul Haq, menegaskan kesiapan pihaknya untuk mendukung penuh program Kementerian Pertanian. Komitmen ini akan diwujudkan melalui kolaborasi nyata di lapangan. Salah satu contohnya adalah program cetak sawah di Kalimantan Timur seluas 30 hektare, yang direncanakan akan terus diperluas di masa mendatang.
Nashirul Haq menjelaskan bahwa melalui arahan Mentan Amran, Hidayatullah menargetkan lahirnya 1.000 petani milenial Hidayatullah. Para petani muda ini akan siap mengelola lahan produktif dan memanfaatkan teknologi pertanian modern. "Insya Allah ini akan menjadi gerakan besar. Kalau pertanian bisa dimodernisasi, para santri dan kader muda pun akan melihat bahwa bertani itu keren dan menjanjikan," ujarnya optimistis.
Beliau juga menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan bagi generasi muda. Tujuannya adalah agar mereka tidak hanya menerima bantuan, tetapi juga memiliki etos kerja dan visi kemandirian yang kuat. "Bantuan tanpa edukasi tidak akan mengubah mindset. Pemerintah harus terus membangun kesadaran bahwa sektor pertanian adalah sektor masa depan," jelas Nashirul Haq.
Advertisement
Nashirul Haq menyatakan optimismenya bahwa di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Mentan Amran Sulaiman, Indonesia akan mampu mewujudkan kedaulatan pangan dan keadilan ekonomi. "Kami siap menjadi bagian dari gerakan besar ini. Hidayatullah akan berjuang bersama Kementerian Pertanian untuk menjadikan Indonesia negara yang adil, makmur, dan sejahtera," tutupnya, menandaskan keseriusan Hidayatullah dalam kolaborasi ini.
Sumber: AntaraNews