Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) secara tegas menjamin kualitas dan mutu produk perikanan Indonesia yang diekspor ke Arab Saudi. Jaminan ini penting untuk memastikan keamanan konsumsi, khususnya bagi jutaan jamaah haji dan umrah yang akan datang. Langkah strategis ini diambil seiring dengan semakin terbukanya peluang pasar ekspor yang signifikan di negara tersebut.
Kepala Badan Pengendalian dan Pengawasan Mutu Hasil Kelautan dan Perikanan KKP, Ishartini, menyatakan bahwa Badan Mutu telah melakukan inspeksi ketat. Inspeksi ini meliputi penerapan sanitasi, higiene, dan prinsip keamanan pangan di seluruh rantai pasok ikan. Proses ini dimulai dari produksi primer di hulu hingga tahap pascapanen di hilir.
Pernyataan ini disampaikan Ishartini di Jakarta pada Sabtu (05/10), setelah melakukan kunjungan kehormatan dengan Duta Besar Kerajaan Arab Saudi untuk Indonesia. KKP berkomitmen penuh untuk mengawal Mutu Produk Perikanan ke Arab Saudi agar memenuhi standar internasional dan kebutuhan konsumen.
Advertisement
Advertisement
Penguatan Jaminan Mutu dari Hulu ke Hilir
Badan Mutu KKP berperan sebagai quality assurance body yang memastikan setiap tahapan produksi produk perikanan memenuhi standar ketat. "Badan Mutu selaku quality assurance body telah melaksanakan inspeksi penerapan sanitasi, higiene dan prinsip keamanan pangan di sepanjang rantai pasok ikan dan produk perikanan mulai dari produksi primer (hulu) hingga pascapanen (hilir),” ujar Ishartini.
Upaya ini telah membuahkan hasil signifikan dengan meningkatnya jumlah Unit Pengolahan Ikan (UPI) yang mendapatkan approval number ekspor dari otoritas kompeten Arab Saudi. Tercatat, 63 UPI kini telah mengantongi izin tersebut, meningkat dari 58 UPI pada tahun sebelumnya. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pengawasan Mutu Produk Perikanan KKP.
Peningkatan jumlah UPI yang terakreditasi ini menjadi indikator positif bagi industri perikanan nasional. Hal ini tidak hanya membuka akses pasar yang lebih luas, tetapi juga meningkatkan kepercayaan konsumen internasional terhadap kualitas produk perikanan Indonesia. KKP terus berupaya agar jumlah UPI yang memenuhi standar ekspor dapat terus bertambah.
Advertisement
Advertisement
Sinergi Lintas Sektor untuk Peluang Ekspor
KKP tidak bekerja sendiri dalam mengawal peningkatan ekspor produk perikanan ke Arab Saudi. Ishartini menyebutkan adanya sinergi erat dengan berbagai pihak, termasuk BPOM, KBRI Riyadh, Kementerian Agama, otoritas haji dan umrah, serta Kedubes Kerajaan Arab Saudi di Jakarta. Kerja sama ini bertujuan untuk memastikan Mutu Produk Perikanan KKP tetap terjaga dan jumlah UPI yang bisa ekspor terus bertambah.
Sinergi tersebut mencakup pengawasan bersama terhadap penerapan jaminan mutu dan keamanan pangan, baik di tingkat farm level maupun processing level. "Langkah ini terutama untuk memenuhi peluang demand dari jamaah haji dan umroh di tanah suci,” tambah Ishartini, menyoroti potensi besar dari kebutuhan logistik jamaah.
Peluang ekspor produk perikanan Indonesia ke Arab Saudi sangat besar, tidak hanya untuk warga negara setempat tetapi juga untuk logistik haji dan umrah. Dengan perkiraan 221 ribu jamaah haji, kebutuhan logistik makanan mencapai 25,8 juta boks per tahun. Selain itu, terdapat potensi dari 665 ribu diaspora dan 675 ribu jamaah umrah setiap tahunnya, berdasarkan data Kementerian Agama RI.
Advertisement
Advertisement
Komitmen KKP Mengawal Kualitas Global
Ishartini menegaskan komitmen KKP untuk mengawal mutu dan keamanan produk perikanan ekspor ke Arab Saudi melalui diplomasi bilateral. Salah satu langkahnya adalah pembentukan MoU Kesetaraan Mutu dengan Saudi Arabia Food and Drugs Authority (SFDA). Ini merupakan upaya strategis untuk menyelaraskan standar kualitas antara kedua negara dan memastikan Mutu Produk Perikanan KKP diakui.
Selain itu, KKP juga mempercepat registrasi approval number melalui sinergi dengan BPOM, Badan Mutu, dan Kedubes Arab Saudi di Jakarta. Sinergi dengan Kementerian Agama atau otoritas haji dan umrah Indonesia juga dilakukan untuk memetakan peluang serta mengidentifikasi pelaku usaha atau pemasok yang potensial. Langkah-langkah ini menunjukkan keseriusan KKP dalam menjaga standar Mutu Produk Perikanan.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, sebelumnya juga telah menyampaikan bahwa pihaknya senantiasa melaksanakan pengendalian dan pengawasan mutu produk perikanan secara ketat dan konsisten. Hal ini merupakan salah satu unsur penting dalam penguatan daya saing dan keberterimaan produk perikanan Indonesia di pasar dunia, sehingga Mutu Produk Perikanan KKP selalu menjadi prioritas utama.
Advertisement
Sumber: AntaraNews