Fantastis! Petani Untung Puluhan Juta Rupiah, Polda Banten Sukses Panen Jagung 1.772 Hektare

Polda Banten berhasil realisasikan panen jagung seluas 1.772 hektare, mendekati target nasional, dengan potensi keuntungan fantastis bagi petani. Simak dampak positif Panen Jagung Polda Banten ini!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Fantastis! Petani Untung Puluhan Juta Rupiah, Polda Banten Sukses Panen Jagung 1.772 Hektare
Polda Banten berhasil realisasikan panen jagung seluas 1.772 hektare, mendekati target nasional, dengan potensi keuntungan fantastis bagi petani. Simak dampak positif Panen Jagung Polda Banten ini! (Merdeka.com)

Polda Banten menunjukkan komitmennya dalam mendukung ketahanan pangan nasional dengan merealisasikan panen jagung seluas 1.772 hektare di wilayah hukumnya. Pencapaian ini merupakan bagian dari target nasional 2.500 hektare yang diharapkan tuntas hingga kuartal II tahun 2025.

Hingga saat ini, produksi jagung telah mencapai lebih dari 2.442 ton, dengan panen raya terbaru berlangsung di Ciruas, Kabupaten Serang. Panen kuartal III juga masih berjalan, di mana seluruh hasilnya wajib diserap oleh Bulog minimal 2.000 ton untuk menjaga stabilitas harga dan kesejahteraan petani.

Kapolda Banten Inspektur Jenderal Polisi Hengki menegaskan bahwa peran Polri tidak hanya terbatas pada menjaga keamanan, tetapi juga aktif mendukung program ketahanan pangan. Kolaborasi erat dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani menjadi kunci keberhasilan upaya peningkatan produktivitas ini.

Realisasi Panen dan Dukungan Multisektor

Polda Banten secara konsisten berupaya mencapai target nasional dalam peningkatan produksi jagung di wilayahnya. Realisasi panen seluas 1.772 hektare hingga kuartal II 2025 menunjukkan progres signifikan menuju target 2.500 hektare yang telah ditetapkan.

Inspektur Jenderal Polisi Hengki menjelaskan, "Polda Banten berkolaborasi dengan Kementerian Pertanian, pemerintah daerah, Bulog, dan kelompok tani untuk mendorong produktivitas." Ia menambahkan bahwa sekitar 49,7 persen lahan yang telah ditanami telah menghasilkan lebih dari dua ribu ton jagung, membuktikan efektivitas sinergi ini.

Pada panen raya yang baru-baru ini dilaksanakan, lahan seluas 9,17 hektare di Ciruas berhasil menghasilkan sekitar 54 ton jagung. Selain itu, Polres Serang juga berkontribusi dengan memanen 21 ton dari tiga hektare lahan, dan berencana memperluas area tanam hingga 35 hektare ke depannya.

Potensi Ekonomi dan Kesejahteraan Petani

Program panen jagung ini tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi petani. Kapolda Banten Irjen Polisi Hengki mencontohkan potensi keuntungan yang bisa diraih petani.

"Satu hektare dengan modal Rp9 juta sampai Rp10 juta bisa menghasilkan tujuh ton," ujarnya. Dengan asumsi harga jagung Rp6.400 per kilogram, "petani bisa memperoleh lebih dari Rp40 juta. Ini prospek sangat baik," tambahnya, menunjukkan betapa menjanjikannya sektor pertanian jagung ini.

Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut menyoroti pentingnya panen raya jagung bagi kesejahteraan petani. Menurutnya, "Kalau Bulog membeli hasil panen, harga terjamin, petani mendapat kepastian dan bisa hidup lebih sejahtera." Ia juga menekankan perlunya menjaga keseimbangan antara lahan pertanian dan pembangunan agar lahan produktif tetap terjaga.

Pengawalan Pascapanen dan Bantuan Komprehensif

Polda Banten tidak hanya berhenti pada tahap panen, tetapi juga memberikan perhatian khusus pada pengawalan pascapanen untuk memastikan hasil terserap optimal. Irjen Polisi Hengki menekankan, "Proses pengeringan, penyimpanan, hingga distribusi harus diawasi agar petani tidak rugi."

Dukungan kepolisian ini sangat diapresiasi oleh petani, seperti yang diungkapkan oleh Ketua Gapoktan Ranjeng Berkah, Sapta Mulyana. "Mulai dari pengolahan lahan sampai panen, kami dibimbing penuh oleh Kapolres Serang. Kalau petani sejahtera, negara juga kuat," kata Sapta.

Selain pendampingan, Polda Banten juga menyalurkan berbagai bantuan berupa bibit, pupuk, obat pertanian, dan 50 paket sembako. Gerakan pangan murah turut digelar dengan distribusi 10 ton beras ke polres-polres di Banten, termasuk tiga ton di Serang, sebagai upaya menjaga stabilitas harga pangan. Seluruh hasil panen jagung dengan kadar air di bawah 14 persen diarahkan untuk diserap Bulog guna menjaga harga tetap di Rp6.400 per kilogram.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi