Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) telah mengambil langkah konkret dalam upaya mitigasi bencana dan peningkatan sektor pertanian di Kabupaten Situbondo. Pembangunan tanggul bronjong kini telah rampung di beberapa titik sungai di Desa Mlandingan Kulon, Kecamatan Mlandingan.
Proyek vital ini tidak hanya bertujuan untuk mencegah terjadinya banjir yang kerap melanda wilayah tersebut, tetapi juga untuk menjaga dan mengoptimalkan sistem irigasi puluhan hektare areal persawahan. Gubernur Khofifah Indar Parawansa secara langsung meninjau lokasi pembangunan untuk memastikan progres dan kualitas pekerjaan.
Pembangunan tanggul ini menjadi respons cepat Pemprov Jatim terhadap kerusakan infrastruktur sungai yang diakibatkan oleh banjir bandang. Banjir tersebut dilaporkan terjadi pada 3 Februari 2025, menyebabkan jebolnya beberapa aliran sungai dan mengganggu aktivitas pertanian warga.
Advertisement
Advertisement
Upaya Pemprov Jatim Atasi Banjir dan Kerusakan Irigasi
Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengonfirmasi bahwa pembangunan tanggul bronjong di Kabupaten Situbondo telah selesai dikerjakan. Beberapa lokasi yang mendapatkan intervensi meliputi Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan afvour C13, yang merupakan saluran pembuangan penting bagi masyarakat.
"Kemarin kami meninjau langsung ke lokasi, dan pembangunan tanggul ini dilakukan juga untuk memperbaiki aliran sungai yang jebol akibat banjir bandang yang terjadi pada 3 Februari 2025," kata Khofifah dalam keterangannya diterima di Situbondo, Minggu. Pernyataan ini menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam penanganan pascabencana dan pencegahan di masa mendatang.
Dengan selesainya pembangunan tanggul bronjong di berbagai titik sungai di Situbondo, diharapkan mampu mencegah air meluap ke areal persawahan warga. Selain itu, tanggul ini juga berfungsi melindungi pemukiman penduduk serta jalan nasional dari dampak buruk banjir.
Advertisement
Gubernur Khofifah menyatakan optimismenya terhadap efektivitas proyek ini. "Setelah melihat langsung saya optimistis pemasangan bronjong ditambah pengerukan yang akan dimulai pelaksanaannya hari ini, Minggu (28/9) mampu mencegah banjir sekaligus mengairi sawah," ujarnya, menyoroti kombinasi solusi struktural dan pemeliharaan.
Advertisement
Manfaat Ganda Tanggul Bronjong untuk Pertanian Lokal
Pemasangan tanggul bronjong ini tidak hanya berfokus pada pencegahan banjir, tetapi juga memiliki peran krusial dalam mendukung sektor pertanian. Khofifah menjelaskan bahwa pemasangan tanggul bronjong sungai sudah selesai dikerjakan, dan kini diikuti dengan pengerukan.
Pengerukan tersebut akan dilakukan mulai dari Sungai Selowogo, Sungai Plalangan, dan afvour C13 dengan total panjang mencapai 872 meter. Proyek ini secara langsung akan berdampak positif pada sistem pertanian masyarakat sekitar yang mengandalkan budidaya padi, tembakau, dan jagung.
"Pemasangan bronjong memiliki peran vital dalam mendukung pertanian warga untuk mengembalikan fungsi irigasi yang mengairi 10 hektare sawah di Desa Mlandingan Wetan dan Kulon 10 hektare, Desa Selowogo 24 hektare dan 15 hektare sawah di Desa Klatakan (Kecamatan Kendit)," paparnya. Total puluhan hektare sawah di empat desa akan merasakan manfaat langsung dari perbaikan irigasi ini.
Advertisement
Dengan pulihnya fungsi irigasi, petani dapat kembali menggarap lahan mereka dengan optimal, meningkatkan produktivitas, dan pada akhirnya, kesejahteraan ekonomi masyarakat. Ini menunjukkan bahwa proyek Tanggul Sungai Situbondo adalah investasi jangka panjang untuk ketahanan pangan lokal.
Advertisement
Apresiasi Warga dan Harapan Masa Depan
Kepala Desa Mlandingan Wetan, Muzani Fattah, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada Gubernur Khofifah atas perhatian dan bantuan yang telah diberikan kepada warga. "Ke depan saya berharap pemasangan Bronjong bisa dilakukan kembali untuk mencegah banjir sekaligus semakin menghidupkan lahan pertanian masyarakat," katanya.
Apresiasi ini mencerminkan harapan besar masyarakat terhadap keberlanjutan program serupa. Pembangunan Tanggul Sungai Situbondo bukan hanya sekadar proyek fisik, melainkan juga simbol kepedulian pemerintah terhadap kebutuhan dasar dan keberlangsungan hidup warga.
Harapan untuk pemasangan bronjong lanjutan menunjukkan bahwa masyarakat menyadari pentingnya infrastruktur pencegahan banjir dan irigasi yang memadai. Ini menjadi dorongan bagi Pemprov Jatim untuk terus mengidentifikasi dan melaksanakan proyek-proyek yang berorientasi pada kesejahteraan rakyat.
Advertisement
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah provinsi dan pemerintah desa, diharapkan Situbondo dapat terus berkembang menjadi wilayah yang tangguh terhadap bencana dan produktif secara pertanian.
Sumber: AntaraNews