Raup Rp54 Juta dalam 2 Hari, Ini Dampak Fantastis Tour de EnTeTe di Labuan Bajo bagi Pariwisata Lokal

Pelaksanaan Tour de EnTeTe di Labuan Bajo pada 2025 memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari peningkatan UMKM hingga okupansi hotel. Cari tahu seberapa besar!

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
Raup Rp54 Juta dalam 2 Hari, Ini Dampak Fantastis Tour de EnTeTe di Labuan Bajo bagi Pariwisata Lokal
Pelaksanaan Tour de EnTeTe di Labuan Bajo pada 2025 memberikan dampak ekonomi yang signifikan, mulai dari peningkatan UMKM hingga okupansi hotel. Cari tahu seberapa besar! (Merdeka.com)

Balap sepeda internasional Tour de EnTeTe telah sukses diselenggarakan, dengan penutupan acara yang meriah di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 21 September 2025 lalu. Ajang bergengsi ini melibatkan 13 negara peserta yang menempuh lintasan di Pulau Timor, Sumba, dan Flores.

Kepala Dinas Pariwisata Ekonomi Kreatif dan Kebudayaan (Disparekrafbud) Kabupaten Manggarai Barat, Stefanus Jemsifori, menyatakan bahwa kegiatan ini membawa dampak multiplier effect yang sangat terasa. Labuan Bajo, sebagai destinasi pariwisata super prioritas (DPSP), merasakan langsung berkah dari acara tersebut.

Dampak positif ini meliputi peningkatan keuntungan bagi pelaku UMKM, lonjakan okupansi hotel, serta peningkatan kunjungan wisatawan ke berbagai destinasi lokal. Pemerintah daerah juga turut melibatkan pelaku seni budaya dan penyedia jasa lokal dalam menyukseskan event ini.

Berkah Ekonomi dari Penutupan Tour de EnTeTe

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai Barat menyambut peserta dan rombongan Tour de EnTeTe dengan menggelar gala dinner, pementasan musik dan budaya, serta bazar UMKM. Acara penutupan yang berlangsung selama dua hari, pada 21-22 September 2025, membawa keuntungan besar bagi masyarakat setempat.

Stefanus Jemsifori mengungkapkan, "Ada 40 UMKM yang terlibat dalam bazar UMKM, kami sediakan tempat secara gratis dan rata-rata keuntungan yang mereka dapat bisa empat hingga lima kali lipat." Ini menunjukkan potensi ekonomi kreatif yang besar di Labuan Bajo.

Selain itu, pelaksanaan Tour de EnTeTe juga berhasil meningkatkan tingkat okupansi hotel dan jasa penyewaan kendaraan bermotor. Panggung musik dan budaya yang disediakan juga menjadi wadah penting bagi pelaku seni di Labuan Bajo untuk menunjukkan bakat mereka di kancah internasional.

Lonjakan Kunjungan Wisata di Luar TN Komodo

Dari sisi pariwisata, Pemkab Manggarai Barat mencatat adanya peningkatan signifikan kunjungan wisatawan ke kawasan wisata di luar Taman Nasional Komodo (TNK). Destinasi seperti Pulau Kelor dan Puncak Waringin menjadi primadona baru bagi para pengunjung.

Pada periode 21-22 September 2025, kunjungan wisatawan ke Pulau Kelor mencapai lebih dari 2.300 pengunjung. Total pendapatan retribusi dari kunjungan ini berhasil mencapai Rp54 juta, sebuah angka yang fantastis dalam waktu singkat.

Stefanus Jemsifori menambahkan, "Para wisatawan menggunakan kapal wisata open deck milik warga lokal ke Pulau Kelor yang rata-rata kunjungan hanya 500 orang setiap hari, tapi dalam dua hari itu sangat tinggi termasuk ke Puncak Waringin jumlahnya lebih dari 400 orang wisatawan." Ini menunjukkan dampak langsung pada ekonomi lokal.

Antusiasme Berlanjut: Tour de EnTeTe Jilid 2

Melihat kesuksesan dan antusiasme yang tinggi, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena memastikan ajang balap sepeda Tour de EnTeTe akan kembali digelar pada tahun 2026. Hal ini menjadi kabar baik bagi pengembangan pariwisata dan ekonomi daerah.

Para pembalap dalam etape kesepuluh di Labuan Bajo menempuh jarak 136,6 km dari Kabupaten Ruteng, dengan tantangan tanjakan yang bervariasi. Rute ini menguji ketahanan fisik dan mental para peserta dari 16 tim yang mewakili 13 negara.

Gubernur NTT menyampaikan terima kasih kepada semua pihak yang telah menyukseskan acara ini, termasuk sponsor, Kemenpora, Kementerian PUPR, Kemenpar, TNI-Polri, pemerintah 22 kabupaten/kota, serta masyarakat NTT. "Tour de EnTeTe Jilid 2 pasti lebih bagus dan lebih heboh lagi ke depan," ujarnya, berharap masukan dan kritik untuk perbaikan di masa mendatang.

Sumber: AntaraNews

Rekomendasi